Damandiri Kembangkan Lahan Percontohan Pertanian Berbasis Bioteknologi

Editor: Mahadeva WS

232

YOGYAKARTA – Yayasan Damandiri menyiapkan lahan percontohan pengembangan sektor pertanian terpadu di desa Argomulyo Sedayu Bantul. Di lahan tersebut akan diterapkan sistem pertanian berbasis bioteknologi. 

Total lahan yang disiapkan seluas 10.000 meter persegi. Di lahan tersebut akan dikembangkan padi varietas inpari 23. Penanaman akan dilakukan dengan sistem traditional farming. Selain itu juga akan dipergunakan untuk perkebunan terpadu jambu deli madu.

Dewan Penasihat Yayasan Damandiri, Retnosari Widowati Harjojudanto atau akrab disapa Eno Sigit Soeharto mengatakan, pembukaan demplot tersebut merupakan kelanjutan program Desa Mandiri Lestari yang dilakukan di Desa Argomulyo. Di lokasi tersebut program Desa Mandiri Lestari sudah dicanangkan sejak beberapa waktu lalu.

Dewan Penasihat Yayasan Damandiri, Retnosari Widowati Harjojudanto atau Eno Sigit Soeharto, melakukan upacara wiwitan mengawali penanaman padi di Desa Argomulyo, Sedayu, Bantul, Selasa (31/7/2018) – Foto : Jatmika H Kusmargana

“Ini merupakan kelanjutan program Yayasan Damandiri untuk meningkatkan kesejahteraan dan kemandirian warga di Desa Argomulyo khususnya di sektor pertanian. Diharapkan demplot ini dapat menjadi percontohan bagi warga masyarakat sekitar,” katanya di sela acara penanaman padi dan upacara wiwitan di Desa Argomulyo, Sedayu, Bantul , Selasa (31/07/2018).

Bekerjasama dengan Waringin Agritech sebagai pelaksana program, Demplot Damandiri tersebut nantinya tidak hanya fokus pada upaya pengembangan varietas maupun teknologi pertanian. Keberadaannya juga untuk memberikan edukasi dan pelatihan bagi warga desa. Edukasi sebagai bagian upaya transfer knowledge kepada masyarakat petani.

Dewan Penasihat Yayasan Damandiri, Retnosari Widowati Harjojudanto atau Eno Sigit Soeharto didampingi, koordinator pelaksana bidang pertanian Waringin Agritec Dani HMS sedang meninjau kebun jambu deli madu, Selasa (31/7/2018) – Foto : Jatmika H Kusmargana

“Tidak hanya untuk padi dan jambu deli madu saja, tapi juga ada bermacam sayuran-sayuran, kolam ikan, ternak bebek hingga ternak kelinci. Intinya, kita ingin kenalkan pada masyarakat bagaimana mengelola pertanian dengan sistem dan teknologi terbaru yang belum ada sebelumnya,” tambahnya.

Koordinator Pelaksana Bidang Pertanian Waringin Agritec Dani HMS mengatakan, pendekatan bioteknologi dan traditional farming dipilih, karena dari sisi produktivitas terbukti lebih unggul. Selain itu, sistem tersebut juga dinilai lebih ramah lingkungan, serta sangat cocok diterapkan di Argomulyo.

“Varietas yang kita kembangkan disini juga kita pilih yang memiliki banyak keunggulan. Seperti padi Inpari 23 aromatik yang merupakan produk varietas padi asli Bantul sehingga sangat cocok. Begitu juga jambu deli madu. Kita harapkan dengan membudidayakan jenis ini pendapatan dan kesejahteraan masyarakat akan meningkat,” pungkasnya.

Baca Juga
Lihat juga...