Dana Desa Wujudkan Akses Jalan Masyarakat Lebih Baik

Editor: Satmoko Budi Santoso

194

PESISIR SELATAN – Tak kunjung merasakan kondisi jalan yang layak masyarakat Nagari Puluik-Puluik Kecamatan Bayang Utara, Kabupaten Pesisir Selatan, Sumatera Barat, melakukan perbaikan jalan secara gotong royong.

Melalui dana desa, pembangunan jalan di daerah itu, dibangun jalan dengan menggunakan bahan beton. Jalan yang dibangun itu, panjangnya mencapai satu kilometer. Jalan tersebut merupakan akses yang menghubungkan dari kampung Taratak Baru menuju Nagari Puluik- Puluik.

Menurut Walinagari Nagari Puluik-Puluik, Jumrizal, pembangunan jalan itu bersumber dari Dana Desa tahun anggaran 2018. Kini pembangunan itu hanya dapat dikerjakan sepanjang 1 kilometer yang menggunakan beton.

Bupati Pesisir Selatan Hendrajoni saat menghadiri salah satu acara di daerahnya bersama masyarakat/Foto: M. Noli Hendra

Ia mengaku keterbatasan sarana perhubungan selama ini, membuat masyarakat kesulitan dalam masalah transportasi. Apalagi di daerah tersebut, pengangkutan hasil bumi berbagai komoditi seperti, karet, kemiri, casiavera, kopi dan durian serta hasil pertanian padi sawah, sangat membutuhkan akses transportasi yang layak.

“Selama ini hasil pertanian itu harus dibawa dengan tenaga manusia dengan daya angkut yang terbatas. Cara itu, membuat masyarakat harus mengeluarkan biaya yang cukup besar,” katanya, Kamis (26/7/2018).

Jumrizal menyebutkan, keberadaan jalan tersebut akan membuat masyarakat merasa terbantu. Hal ini mengingat, sarana perhubungan merupakan kebutuhan yang tidak bisa dielakkan.

“Akses transportasi bisa dikategorikan sebagai urat nadi pertumbuhan perekonomian masyarakat. Kalau akses jalannya buruk, maka akan sulit bagi masyarakat untuk mendapatkan penghasilan yang lebih baik,” ujarnya.

Setidaknya dengan adanya jalan yang memadai tentu ekonomi masyarakat akan semakin membaik dan berbagai pembangunan akan terus berkembang pesat.

Sementara itu, Bupati Pesisir Selatan Hendrajoni, mengatakan, berdasarkan UU N0. 6 Tahun 2014 tentang Desa dan UU No. 60 Tahun 2014 tentang Dana Desa yang bersumber dari APBN, bahwa Dana Desa dialokasikan langsung di desa yang berasal dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).

Melalui hal itu, diharapkan dapat dirasakan langsung manfaatnya oleh masyarakat. Setiap pembangunan yang ada di desa bisa langsung terjawab saat Musyawarah Rencana Pembangunan Desa (Musrembang-Des) di tingkat desa, dan lewat pendampingan yang dilakukan oleh pendamping desa.

Untuk meningkatkan infrastruktur di desa, katanya, Dirjen Perimbangan Keuangan RI telah memastikan akan ada sejumlah perubahan pada pelaksanaan dana desa pada tahun depan.

Salah satunya adalah dengan mengoptimalkan pemanfaatan dana desa pada beberapa kegiatan prioritas desa, sekitar 3 sampai 5 kegiatan. Termasuk itu program cash for work atau padat karya tunai juga akan dilanjutkan untuk menopang pembangunan infrastruktur di desa berikut sarana dan prasarana fisiknya.

Dalam APBN 2018, alokasi dana desa ditetapkan sebesar Rp 60 triliun. Berdasarkan data terakhir, sampai dengan 31 Mei 2018, realisasi anggaran dana desa yang telah disalurkan dari Rekening Umum Kas Negara (RKUN) ke Rekening Umum Kas Daerah (RKUD) tercatat sebesar Rp 20,66 triliun.

Untuk itu, dengan adanya pengerjaan jalan di Pesisir Selatan tersebut, masyarakat Taratak Baru Erman mengakui, kondisi jalan yang memiliki infrastruktur yang memadai, memang sudah lama ditunggu oleh masyarakat.

Menurutnya, dengan adanya pembangunan jalan tersebut, sangat membantu meringankan beban masyarakat, terutama bagi petani untuk membawa hasil bumi.

“Selama ini petani di sini mengunakan kendaraan roda dua dari areal perkebunan. Jadi, apabila jalan sudah selesai, masyarakat sudah bisa menggunakan transportasi seperti sepeda motor. Tentunya kami senang dengan adanya jalan ini,” tegasnya.

Baca Juga
Lihat juga...