Dari 229 Desa di Flotim, Baru 45 yang Miliki BUMDes

Redaktur: ME. Bijo Dirajo

190
Kepala dinas Pemerintahan Desa kabupaten Flores Timur, Rufus Koda Teluma. Foto : Ebed de Rosary

LARANTUKA — Dari sebanyak 229 desa yang tersebar di 19 kecamatan di kabupaten Flores Timur, hingga saat ini baru 45 yang telah memiliki Badan Usaha Milik Desa atau BUMDes dan telah melakukan berbagai aktivitas usaha meski belum berjalan maksimal.

“Para kepala desa dengan berbagai alasan mengemukakan bahwa mereka tidak bisa mendirikan BUMDes karena ketiadaan Sumber Daya Manusia (SDM) di desa mereka yang bertugas untuk mengelola,” sebut Kepala Dinas Pemerintah Desa Flores Timur, Rufus Koda Teluma, Kamis (12/7/2018).

Dikatakan Rufus, para kepala desa sebenarnya berpikir terlalu muluk-muluk bahwa SDM yang dibutuhkan harus sarjana. Padahal di desa tidak terlalu banyak dan tidak membutuhkan kualifikasi pendidikan tinggi dalam mengelola sebuah BUMDes.

“BUMDes itu kan bisa dalam bentuk koperasi seperti simpan pinjam, grosir untuk kios-kios di desa, juga jual beli hasil pertanian masyarakat di desa serta jenis usaha lainnya. Sedikit BUMDes saja tidak masalah yang penting berkualitas dan bisa memberi contoh bagi desa lainnya,” sebutnya.

Rufus menegaskan, BUMDes jangan dahulu berpikir meraup banyak keuntungan sebab yang terpenting masyarakat bisamendapatkan manfaat dan keuntungan dengan hadirnya BUMDes tersebut.Contohnya di desa Lamika dimana BUMDes nya membeli hasil pertanian dan perkebunan masyarakat dan menjualnya di Maumere dengan harga tinggi.

“Hadirnya BUMDes, tentu sangat bermanfaat bagi para petani di desa tersebut sebab dengan begitu mereka dapat menikmati harga produk perkebunan mereka dengan layak daripada dibeli tengkulak dan penadah dari luar daerah,” terangnya.

Kornelis Soge salah seorang pendamping desa yang ditanyai Cendana News soal ini mengatakan, memang awalnya pemerintah desa berpikir terlalu rumit dan membayangkan BUMDes yang ada itu harus skala besar.

“Awalnya para kepala desa berpikir sulit mendirikan BUMDes namun setelah mendapatkan masukan dan bimbingan dari para pendamping desa, sudah banyak desa di berbagai kabupaten di NTT yang sukses. Banyak potensi di desa yang bisa dikelola dan menghasilkan keuntungan bagi desa dan masyarakat,” ungkapnya.

Ditegaskan Kornelis, hadirnya BUMDes juga bisa membuka lapangan pekerjaan bagi masyarakat desa dan memberikan penghasilan tambahan. Dengan begitu dana desa yang dikucurkan pemerintah pusat melalui Kementrian Desa, PDT dan Transmigrasi dapat dimanfaatkan dengan baik.

“Yang penting dana desa berjumlah miliaran rupiah tersebut dikelola dengan baik dan mendatangkan keuntungan bagi desa dan masyarakat desa ada peningkatan kesejahteraannya. Ini yang penting dan lambat laun desa akan maju dan berkembang,” tuturnya.

Lihat juga...

Komentar Anda

Alamat email anda tidak akan disiarkan.