Desa di Kaltim Diwajibkan Berinovasi

311
Asisten I Pemprov Kaltim, M Sabani - Foto: kaltimprov.go.id

SAMARINDA — Asisten I Setprov Kalimantan Timur, M Sabani, mengatakan bahwa inovasi bagi desa merupakan suatu keniscayaan, sehingga Program Inovasi Desa (PID) yang digagas pemerintah pusat sangat tepat dalam memajukan ekonomi desa.

“Kehidupan tanpa adanya inovasi, maka segala sesuatunya akan jadi monoton, maka PID ini merupakan langkah positif dalam menggali potensi ekonomi desa,” ucapnya saat memberikan sambutan dalam pembukaan Sosialisasi Penyedia, Peningkatan Kapasitas Teknis Desa (P2KTD) di Samarinda, Senin (30/7/2018).

Ia menuturkan bahwa salah satu kunci keberhasilan suatu negara, bahkan daerah adalah berkembangnya inovasi dan kreativitas pemerintah bersama masyarakat dalam mengelola pembangunan nasional.

Dalam kerangka ini, maka penyediaan anggaran pembangunan oleh pemerintah dilakukan berlandaskan perencanaan yang memiliki daya terobosan baru, termasuk perencanaan pembangunan dengan satu prinsip utama, yakni memiliki aspek kemanfaatan bagi masyarakat.

Dikatakan, pada 2019 pemerintah sudah berkomitmen untuk menaikan alokasi Dana Desa (DD) sebagaimana diamanatka dalam UU Desa.

DD yang semakin meningkat jika tidak diikuti dengan distrupsi atau rekayasa baru dalam perencanaan dan penganggaran, maka masyarakat desa hanya akan menjalankan pembangunan desa yang monoton dan cenderung berorientasi pada progres penyerapan.

Sebagai contoh, dalam upaya pengembangan produk unggulan desa, selalu yang menjadi persoalan yang mengemuka adalah aspek permodalan.

“Padahal kebutuhan sejatinya bukan pada permodalan semata, tapi kreativitas dalam mengembangkan produk ekonomi serta strategi pemasarannya,” ucap Sabani.

Berangkat dari beragam teori yang ada, desa-desa merupakan penghasil utama komoditas pertanian yang dikembangkan oleh masyarakat sebagai sumber penghidupan pokok, namun pola pemasaran produk pertanian desa mayoritas masih bersifat konvensional dengan orientasi untuk pemenuhan kebutuhan dasar sesaat.

Pola pemasaran demikian membutuhkan terobosan baru baik dari sisi nilai produk maupun jaringan pemasaran, sehingga berkembangnya teknologi informasi menjadi peluang bagi masyarakat desa untuk memotong rantai pemasaran yang panjang.

Menurutnya, kehadiran Program P2KTD dalam lingkup Program Inovasi Desa (PID) diharapkan desa memperoleh layanan konsultasi, pelatihan dan bimbingan tentang pengembangan ekonomi desa dan antardesa.

“Termasuk di dalamnya adalah layanan berkualitas di bidang pendidikan dasar, kesehatan dasar serta infrastruktur yang lebih bermanfaat multiguna,” katanya. (Ant)

Baca Juga
Lihat juga...