Design Thinking Camp, Upaya KKUI Promosikan Malang

Editor: Mahadeva WS

356

MALANG – Puluhan Mahasiswa dari 20 Negara akan mengikuti kegiatan Design Thinking Camp (DTC) 2018. Kegiatan akan digelar di tiga tempat yakni Kota Malang, Kabupaten Malang, dan Kota  Batu tersebut digagas Konsorsium Kantor Urusan Internasional (KKUI) Malang Raya.

Kegiatan tersebut menjadi upaya lebih mengenalkan Malang Raya di kancah International. Negara yang turut berpartisipasi diantaranya Vietnam, Rumania, Madagaskar, Cina, Ukraina, Polandia, Jepang, Laos, Malayasia, Ghambia, Korea, India, Libya, Sudan dan Indonesia.

Ketua KKUI Malang Raya, Drs Suparto, MPd, – Foto Agus Nurchaliq

Ketua KKUI Malang Raya, Drs. Suparto, M.Pd, menjelaskan, Design Thinking merupakan salah satu metode pemberdayaan masyarakat. “Untuk itu nantinya para peserta DTC akan di tempatkan di beberapa wilayah guna mengetahui permasalahan apa saja yang terjadi di tempat tersebut sekaligus memberikan solusi bagi masyarakat setempat,” jelasnya di sela-sela pembukaan DTC di Aula Fakultas Ilmu Administrasi (FIA) Universitas Brawijaya (UB), Senin (23/7/2018).

Solusi yang diberikan tidak harus berupa fisik. Tetapi juga bisa berupa manajerial maupun aplikasi. Kegiatan DTC di bagi ke dalam dua kelompok utama, kelompok pertama akan melakukan kegiatannya di Desa Temas Kota Batu mengenai pengelolaan sampah. Sedangkan kelompok dua akan berkegiatan di Desa Tambak Rejo Kabupaten Malang. Di tempat kedua, peserta akan berinteraksi dengan masyarakat nelayan.

Menurut Suparto, metode Design Thinking sangat unik karena peserta tidak bisa menentukan masalahnya dulu sebelum mereka benar-benar terjun ke lapangan. Masalah dan solusi itu baru akan bisa ditemukan ketika mereka hidup bersama di tengah-tengah masyarakat. “Misalnya saat nelayan di desa Tambak Rejo tersebut mulai melaut tengah malam, maka peserta juga harus ikut melaut, agar mereka bisa memahami pola kehidupan masyarakat nelayan disana,” terangnya.

Selain di Kota Batu dan Kabupaten Malang, para peserta DTC juga akan mengunjungi Kampung Budaya Polowijen di Kota Malang. Disana peserta diajak untuk mempelajari kebudayaan yang ada dan belajar membuat Topeng Malangan.

KKUI merupakan wujud kerjasama antara 13 perguruan tinggi yang ada di Malang raya dalam upaya Go Internasional secara bersama-sama. Upayanya dilakukan dengan berkolaborasi, saling menguatkan dan maju bersama. Perguruan Tinggi tersebut diantaranya Universitas Brawijaya, Universitas Negeri Malang, Politeknik Negeri Malang.

Kemudian, UIN Maulana Malik Ibrahim Malang, Universitas Muhammadiyah Malang, Universitas Islam Malang, STIKI Malang, STIE Malangkuceswara, Universitas Merdeka Malang, Universitas Ma Chung Universitas Widyagama, Universitas Kanjuruhan Malang dan Universitas Raden Rahmat Malang.

Rektor UB Prof Nufil Hanani menyambut positif kegiatan DTC. Kegiatannya menjadi media pembelajaran untuk saling mengenal budaya. Diharapkan kegiatan tersebut memberikan pengalaman tak terlupakan bagi para pesertanya. “Semoga kegiatan Design Thinking Camp yang digagas KKUI bisa bermanfaat dan dirasakan oleh masyarakat setempat, dan menjadi ajang promosi Malang Raya di kancah international,” pungkasnya.

Baca Juga
Lihat juga...