Di Sumbar, Damandiri Jalankan Program Pemberdayaan Sejak 2007

Editor: Koko Triarko

149
Supervisi Area V Project Managing Unit (PMU) Tabur Puja Wilayah Sumatera, Edi Suandi/Foto: M. Noli Hendra
PADANG – Sejak 2007, Yayasan Damandiri telah melakukan berbagai upaya pemberdayaan masyarakat di Sumatera Barat, melalui berbagai program, guna mempercepat peningkatan kesejahteraan rakyat kecil.
Yayasan Damandiri masuk ke ‘Bumi Ranah Minang’ melalui dibentuknya Pos Pemberdayaan Keluarga (Posdaya) sejak 2007. Hadirnya Posdaya di Sumatera Barat ini setelah berkembangnya Posdaya di Ibu Kota, Jakarta.
Supervisi Area V Project Managing Unit (PMU) Tabur Puja Wilayah Sumatera, Edi Suandi, mengatakan, tahun 2007 merupakan tahun awal munculnya percikan kebangkitan ekonomi rakyat.
Hal ini tidak lepas dari kehadiran Yayasan Damandiri, melalui kerja sama dengan perguruan tinggi dan Lembaga Koordinasi Kesehahteraan Sosisal (LKKS) Provinsi Sumatera Barat. Melalui dua pintu itu, terbukalah jalur untuk mendirikan Posdaya di Sumatera Barat.
“Yayasan Damandiri datang ke Sumatera Barat sejak 2007. Sebelum ke Sumatera Barat, Yayasan Damandiri lebih dahulu berkembang di Jakarta. Harapan ketika itu, untuk membantu kondisi ekonomi rakyat, mulai dibina dengan cara membuat usaha,” kata Edi Suandi, sosok yang bisa dikatakan merupakan saksi sejarah perjalanan Yayasan Damandiri di Sumatera Barat, pada Selasa (31/7/2018).
Posdaya merupakan sebuah kelompok yang dibangun oleh masyarakat dan dikelola oleh masyarakat. Ada empat pilar yang perlu diperankan dalam roda kehidupan di masyarakat, yakni pendidikan, lingkungan, kesehatan, dan ekonomi.
Posdaya menjalankan perannya sesuai empat pilar itu. Pendidikan bisa mencangkup kepada pembinaan pendidikan PAUD dan TK, dan pendidikan di bidang agama, serta pendidikan bagi ibu-ibu majelis taklim.
Begitu juga untuk pilar lingkungan, setiap Posdaya perlu memiliki upaya untuk menjaga lingkungan yang bersih dan bermanfaat. Seperti melakukan program bank sampah yang dapat dikelola, dan juga membuat perkebunan bergizi. Pengelolaan dan hasilnya dapat dinikmati secara bersama.
Untuk kesehatan, Posdaya akan melakukan pendekatan dengan para Posyandu, baik itu untuk Balita maupun untuk Posyandu Lansia. Ada kader Posyandu, yang juga menjadi pengurus di Posdaya.
Selanjutnya, pilar ekonomi. Di sinilah Yayasan Damandiri turut memberikan peran yang lebih melalui program Tabungan dan Kredit Pundi Sejahtera (Tabur Puja). Target yang ingin dicapai ialah memperbaiki ekonomi masyarakat, melalui binaan membuka usaha.
“Tabur Puja kini hanya ada di Kota Padang dan Kabupaten Solok. Sementara kabupaten dan kota lainnya, belum tersebar Tabur Puja. Tapi, Posdaya sendiri telah dikembangkan di seluruh daerah di Sumatera Barat,” ujarnya.
Meski Tabur Puja hanya ada di dua daerah di Sumatera Barat, tidak mengurangi kepedulian Yayasan Damandiri terhadap seluruh Posdaya yang telah didirikan. Di Sumatera Barat, jika dihitung, dari 19 kabupaten dan kota, ada 400 Posdaya yang aktif hingga saat ini.
Penyebaran Posdaya pun diharapkan mampu menjadi ujung tombak pemerintah dalam upaya mengangkat kesejahteraan rakyat. Karena di Sumatera Barat, bentuk dukungan pemerintah terhadap Posdaya itu, mendapat alokasi anggaran sebanyak Rp1,2 miliar.
Penyaluran dana dilakukan oleh LKKS Provinsi Sumatera Barat, melalui berbagai bentuk bantuan, mulai dari bentuk barang yang bisa digunakan dalam menjalankan usaha, hingga dalam bentuk pelatihan dan pembinaan terhadap Posdaya.
“Pembinaan yang dilakukan oleh LKKS terhadap Posdaya itu, merupakan kegiatan tahunan LKKS untuk seluruh Posdaya yang ada di Sumatera Barat. Seperti pada tahun ini, LKKS telah melakukan bimbingan teknis terhadap Posdaya, terkait menjalankan usaha. Hal itu, akan terus dilakukan,” jelas Edi, yang juga sebagai Ketua Bidang Pendidikan dan Pelatihan di LKKS Sumatera Barat.
Kegiatan semacam itu, karena sejauh ini, keberadaan Posdaya telah mampu memperbaiki kehidupan sosial masyarakat, mulai dari prasejahtera menjadi sejahtera.
Posdaya tumbuh, ekonomi pun tumbuh. Rumah bisa menjadi tempat usaha, dan penghasilan pun bisa diperoleh tanpa perlu meninggalkan tanggungjawab  keluarga.
Lihat juga...

Komentar Anda

Alamat email anda tidak akan disiarkan.