Dilakukan Masyarakat, Pemasangan Bendera Dengan Tiang Bambu Harus Dihargai

Editor: Mahadeva WS

191

JAKARTA – Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan memerintahkan jajarannya untuk kembali memasang bendera Asian Games menggunakan bambu yang telah di copot. Menurutnya penggunaan bambu merupakan bentuk ketulusan warga dalam merayakan Asian Games.

“Jangan sekali-kali anggap rendah tiang bendera dari bambu. Itulah tiang yang ada di rumah-rumah rakyat kebanyakan. Penjualnya rakyat kecil. Pengrajinnya pengusaha kecil. Penanamnya ada di desa-desa. Biarkan hasil panen rakyat kecil, hasil dagangan rakyat kecil ikut mewarnai ibu kota,” katanya di kawasan GBK, Jakarta Pusat, Rabu (18/7/2018).

Anies menjelaskan, pemasangan bendera dengan bambu tersebut merupakan inisiatif dari warga. Karenanya, Dia meminta agar inisiatif warga dalam menyambut gelaran Asian Games tersebut jangan dihalangi. “Kita mengapresiasi warga yang memasang bendera, memasang umbul-umbul, membuat hiasan di gang kampung di gerbang itu semua harus diapresiasi dan difasilitasi. Jangan rendahkan dan mari kita izinkan rakyat merayakan Asian Games dengan kemampuannya, dengan ketulusannya,” tegasnya.

Menurut Anies, walaupun bambu yang digunakan untuk memasang bendera adalah bambu bekas, tetapi yang menjadi poin adalah ketulusan warga. “Bambunya memang bekas tapi ketulusannya original. Bambunya agak melengkung, tapi niat mereka lurus. Bambunya pendek, tapi semangat mereka tinggi sekali,” tutur Anies.

Dia pun berharap agar tak ada pihak yang menganggap rendah pemasangan bendera Asian Games dengan bambu tersebut. Sebab, bambu yang digunakan tersebut benar-benar berasal dari warga Jakarta sendiri. Anies menuturkan apa yang berasal dari warga bisa dihargai oleh semua pihak.

“Biarkan hasil panen rakyat kecil, hasil dagangan rakyat kecil ikut mewarnai Ibu kota. Jangan hanya gunakan tiang besar buatan pabrik yang ukuran kekayaannya sudah raksasa,” kata Anies.

Dia pun memerintahkan sejumlah petugas Penanganan Prasarana dan Sarana Umum (PPSU) di wilayah Penjaringan, Jakarta Utara agar memasang kembali bendera yang dipasang masyarakat menggunakan bambu.”Lewat memo ini saya instruksikan untuk dipasang kembali. Harap pastikan keamanan dan kerapiannya,” tandasnya.

Sedangkan Wakil Gubernur DKI Jakarta Sandiaga Uno geram dengan aksi warganet yang meledek-ledekin inisiatif warga. Dia meminta warganet untuk selalu menghargai dan jangan iri.  “Tiang bambu itu salah satu bentuk masyarakat demam Asian Games. Warganet jangan julid (iri dan dengki),” kata Sandiaga dilokasi yang sama.

Menurutnya, bendera yang dipasang menggunakan bambu bukan milik Pemprov DKI. Namun Dia menyambut positif hal tersebut lantaran menunjukkan masyarakat memiliki inisiatif memeriahkan pesta olahraga terbesar di Asia tersebut. Sandiaga menyebut, bendera-bendera itu dipasang oleh sekumpulan anak muda yang sedang konvoi menggunakan sepeda motor.

Postingan olok-olok pemasamngan bendera kontingan Asian Games di media sosial – Foto Lina Fitria

“Kalau yang dibuat oleh Pemprov kan pasti rapi, dan yang masyarakat buat, ya, tinggal kami arahkan. Tapi, ya, memang partisipatif itu tentunya mereka sesuai dengan kemampuan masing-masing,” ungkapnya.

Sebelumnya, akun media sosial Facebook atas nama Thomy Setiawan mengunggah foto bendera-bendera yang terpasang di tengah Jalan Pluit Selatan Raya, Penjaringan, Jakarta Utara, tepat di depan Mal Emporium Pluit. Dari foto yang diunggah, terlihat bendera-bendera diikat dengan tali rafia ke tiang berbahan bambu yang dibelah dua. Kemudian bambu tersebut diikat ke pagar pembatas jalan, juga dengan tali rafia.

Thomy dan beberapa netizen lain mengkritik pemasangan bendera negara peserta Asian Games dengan bambu dalam unggahan yang sudah dibagikan ulang sebanyak 1.700 kali itu. “Pemprov DKI malu-maluin amat. Masak, menyambut delegasi asing, tiang benderanya pakai bambu bekas?” tulis Thomy dalam unggahannya.

Baca Juga
Lihat juga...