Dinas PKO Sikka Tolak Pembangunan Puskesmas

257

MAUMERE — Dinas Pendidikan Kepemudaan dan Olahraga (PKO) kabupaten Sikka menolak adanya pembangunan Puskesmas Kopeta di depan sekolah TK Negeri Pembina Maumere sebab tanah yang menjadi lokasi merupakan aset dinas PKO.

“Tanah yang menjadi tempat dibangunnya Puskesmas Kopeta merupakan tanah milik dinas PKO Sikka dimana sertifikatnya masih satu kesatuan dengan areal kawasan TK Negeri Pembina dengan luas tanah 6.130 meter persegi,” sebut Sekertaris dinas PKO kabupaten Sikka, Patrisius Pederiko, Kamis (12/7/2018).

Dikatakan Patris, sapaannya, pihaknya telah bersama pengurus komite, guru dan kepala sekolah untuk menindaklanjuti kasus ini sebab dari awal dinasnya tidak mengetahui adanya pembangunan Puskesmas ini. Setelah itu, pihaknya juga sudah melaporkan hal ini ke Plt. Bupati Sikka saat itu Drs. Paolus Nong Susar.

“Pertimbangan kami di dalam areal ini kan sudah ada TK Negeri Pembina yang sudah berdiri sejak tahun 2004. Kalau ada pembangunan Puskesmas bagaimana dengan nasib anak-anak sekolah usia dini. Apalagi di samping gedung ini juga ada kantor Pengawas TK dan SD,” sebutnya.

Peraturan bupati tentang tata ruang kota juga kata Patris, di areal jalan El Tari diperuntukan bagi perkantoran. Rencana ke depan juga areal ini akan dibangun kantor dinas PKO Sikka dan pihaknya sudah menyampaikan ke bupati agar bisa dicarikan jalan keluar.

“Kepala dinas Kesehatan juga sudah datang berkonsultasi dengan saya dan saya katakan kalau ditanyakan kepada saya maka jawaban saya tidak setuju ada pembangunan ini.Tapi kalau bupati perintahkan maka saya laksanakan sebab pemanfaatan aset jadi kewenangan bupati,” tegasnya.

Plt. Kepala dinas Pendidikan, Kepemudaan dan Olahraga (PKO) kabupaten Sikka, Patrisius Pederiko. Foto : Ebed de Rosary

Dari awal, tandas Patris, tidak pernah ada koordinasi dengan pihak dinas PKO Sikka dan setelah timbul permasalahan baru dilakukan. Bila tetap dilanjutkan pembangunannya maka sebaiknya dilakukan penghapusan aset terlebih dahulu agar jangan terus tertera tanah tersebut aset dinas PKO Sikka.

“Memang dinas Kesehatan katakan akan melakukan tukar guling dengan lahan bekas Puskesmas Kopeta dan dari sisi luas lahannya memungkinkan namun dinas kami tidak memiliki alokasi dana untuk rehab kembali agar bangunan Puskesmas bisa dimanfaatkan sesuai peruntukannya menjadi gedung TK,” sebutnya.

Kepala sekolah TK Negeri Pembina Maumere, Wilhelmina Woga, SPd. Aud menambahkan, bila sekolahnya di pindah ke lokasi Puskesmas Kopeta yang lama tentu tidak bisa dalam waktu dekat dilaksanakan, sebab bangunan tersebut juga masih dimanfaatkan untuk aktifitas pelayanan kesehatan oleh Puskesmas.

“Paling bisa digunakan kalau Puskesmas Kopeta sudah dipindahkan ke bangunan baru yang sementara sedang akan dibangun ini. Kami juga pastinya akan melakukan berbagai pembenahan dan rehabilitasi bangunan tersebut agar sesuai dengan fungsinya sebagai TK,” ungkapnya.

Wilhelmina berharap agar pemerintah kabupaten Sikka dalam hal ini pejabat bupati Sikka bisa mencarikan jalan keluar yang terbaik agar anak-anak TK yang sebentar lagi akan mulai bersekolah agar tidak terganggu aktifitasnya.

“Sebentar lagi tanggal 16 Juli nanti sudah mulai ada aktifitas belajar mengajar sehingga kami minta agar segera dicarikan jalan keluar karena pekerjaan pembangunan gedung Puskesmas Kopetas terus saja berlangsung,” pintanya.

Lihat juga...

Komentar Anda

Alamat email anda tidak akan disiarkan.