Dinkes Asahan Tingkatkan Pemberantasan Malaria

236
Penyemprotan di rumah warga/dok. Cendana News

SUMUT – Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Asahan terus berupaya meningkatkan pemberantasan penyakit malaria di daerah itu, diantaranya dengan penyemprotan dinding rumah warga (Indoor Residual Spraying -IRS).

Kabid Pengendalian dan Pembarantasan Penyakit Dinkes Asahan, Saprin Hutahean di Asahan, Sabtu, mengatakan, penyemprotan tersebut untuk melindungi rumah warga dari kasus malaria yang tersebar di daerah endemis.

“Kami memprogramkan pada 2018 sebanyak 10.000 rumah yang akan disemprot untuk mencegah berkembangan malaria,” katanya.

Saprin menjelaskan, penyemprotan dilakukan dengan menyemprot insektisida, di mana nanti residunya akan menempel di dinding sehingga nyamuk yang menempel di dinding akan mati.

Ketahanan efektifitas penyemprotannya bisa mencapai satu tahun.

Terkait kasus, dia menjelaskan hingga kini kasus malaria masih dibawah ambang batas atau belum ada peningkatan kasus.

Apalagi ke depan ditargetkan bahwa pada 2020 Asahan akan tereliminasi dari kasus malaria.

Artinya Asahan sudah terbebas dari penyakit yang disebabkan oleh nyamuk tersebut.

“Harapan kita dengan dilakukannya IRS, maka kasus penyakit malaria bisa ditekan, sehingga target tercapai dengan visi dan misi Pemkab Asahan mewujudakan Asahan sehat juga bisa tercapai,” katanya.

Ada pun jumlah yang menjadi target IRS di masing-masing wilayah kerja Puskemas Sei Apung sebanyak 2.883 rumah, Puskemas Silau Laut 3.488 rumah, Puskesmas Sei Kepayang Timur 2.582 rumah dan Puskemas Bagan Asahan sebanyak 1.047 rumah. (Ant)

Lihat juga...

Komentar Anda

Alamat email anda tidak akan disiarkan.