Dinkes Bali Siapkan Dua Tenaga Medis untuk JCH

Editor: Makmun Hidayat

615

DENPASAR — Dinas Kesehatan Bali ikut serta dalam menyiapkan pelayanan kesehatan bagi para jemaah calon haji (JCH) yang berangkat dari Pulau Bali tahun 2018 ini.

Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Bali, Ketut Suarjaya, mengatakan secara prinsip pihaknya sudah siap memberikan pelayanan kesehatan bagi masyarakat yang hendak menunaikan ibadah haji. Salah satunya, menyiapkan rumah sakit mulai dari Puskesmas hingga rumah sakit sebagai tempat pemeriksaan pertama bagi para JCH.

“Kami memang ada program kesehatan bagi jemaah calon haji setiap tahunnya,” ucap Ketut Suarjaya kepada Cendana News, Sabtu (14/7/2018).

Menurut Suarjaya, dengan adanya fasilitas kesehatan tersebut, nantinya akan dilakukan pelayanan kesehatan mulai dari sosialisasi, termasuk vaksinasi bagi setiap JCH yang akan berangkat. Tak hanya itu, pihaknya rutin melakukan survelen kesehatan. Baik sebelum maupun sesudah kegiatan haji itu berlangsung atau jemaah sudah pulang ke tanah air.

Biasanya para jemaah haji rentan terkena virus. Salah satunya virus ensefalitis yang disebabkan oleh perubahan cuaca di Saudi.

“Kami sudah mengantisipasi hal tersebut. Kami juga melakukan pengawasan pasca ibadah haji berlangsung. Paling tidak selama dua minggu akan dilakukan pengawasan,” kata Suarjaya.

Tak berhenti disitu, pihaknya juga melakukan pengawasan termasuk pengawalan bagi JCH. Dua tenaga medis, terdiri dokter dan perawat akan ditugaskan untuk mengawal calon jemaah selama menjalani haji di tanah suci.

“Penugasan dua tenaga medis untuk jamaah haji itu sebenarnya datang dari pusat. Kami hanya melakukan seleksi scanner saja disini. Hal itu guna untuk memastikan kesehatan jemaah haji berjalan dengan baik sebelum maupun sesudah datang dari haji,” imbuh Suarjaya.

Namun Suarjaya tetap mengimbau kepada para JCH untuk melakukan persiapan secara mandiri dan mandiri. Salah satunya dengan olahraga yang teratur dan memakan makanan yang bergizi sehat. Dan tak lupa melakukan pemeriksaan kesehatan sesuai arahan dari dokter yang ada.

Seperti diketahui, penyelenggaraan ibadah haji khusus pada musim haji 1439 Hijriyah/2018 kali ini, pemerintah Indonesia memberangkatkan setidaknya sebanyak 17 ribuan jemaah dari penjuru nusantara. Diperkirakan kloter pertama akan berangkat pada pertengahan bulan ini.

Lihat juga...

Komentar Anda

Alamat email anda tidak akan disiarkan.