Dinkes Kaltim Temukan 286 Anak Gizi Buruk

320
Penderita gizi buruk, ilustrasi -Dok: CDN

UJOH BILANG – Dinas Kesehatan (Dinkes) Kalimantan Timur di 2017 menemukan dan merawat 286 anak usia di Bawah Lima Tahun (Balita) yang mengalami gizi buruk. Para penderita tersebut tersebar di 10 kabupaten dan kota di provinsi tersebut.

“Kasus gizi buruk di Kaltim yang terbanyak berasal dari Kabupaten Kutai Kartanegara yakni 66 balita,” kata Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat (Kesmas) Dinkes Kaltim, Meliana di Ujoh Bilang, Jumat (13/7/2018).

Di Kutai kartanegara, jumlah sasaran balita berdasarkan Pusat Data dan Informasi (Pusdatin) ada 74.727 anak. Tingkat prevalensi gizi buruknya mencapai 1,2 persen. Jumlah kasus tersebut menurut prevalensi, 909 anak dengan temuan 66 balita atau 7,26 persen kasus. “Kasus gizi buruk terbanyak kedua di Kota Bontang yang tercatat 64 anak,” tambah Meliana.

Sasaran balita berdasarkan Pusdatin di Bontang sebanyak 17.537 anak. Jumlahnya menurut prevalensi ada 441 kasus. Jumlah yang ditemukan dan dirawat 64 anak atau 14,52 persen. Kasus gizi buruk ketiga ada di Kabupaten Penajam Paser Utara. Dari 15.504 sasaran balita berdasarkan Pusdatin, jumlah yang ditemukan dan dirawat 35 anak atau 12,54 persen.

Kasus gizi buruk terbanyak keempat ada di Kabupaten Paser. Dari 27.099 sasaran balita, jumlah kasus menurut prevalensi ada 1.032 dengan jumlah yang dirawat dan ditemukan 34 balita atau 3,29 persen kasus. Berada di posisi kelima Kabupaten Kutai Timur. Dari 36.338 sasaran balita, jumlah kasus menurut prevalensi ada 876 kasus dengan jumlah yang dirawat dan ditemukan 30 balita atau sebesar 3,43 persen.

Selanjutnya Kota Samarinda ada 16 balita atau 0,99 persen, Kabupaten Berau ada 15 balita atau 5,5 persen, Kabupaten Mahakam Ulu terdapat 11 balita atau 11,69 persen, Kota Balikpapan ada sembilan balita atau 0,44 persen, dan Kabupaten Kutai Barat ada enam balita atau 2,35 persen. (Ant)

Baca Juga
Lihat juga...