Dinkes Pekanbaru Targetkan 218.000 Anak Dapatkan Vaksinasi Rubella

268
Ilustrasi -Dok: CDN

PEKANBARU — Dinas Kesehatan Kota Pekanbaru menargetkan 218.000 anak usia sembilan bulan hingga lima belas tahun di kota tersebut untuk mendapatkan vaksin pencegahan penyakit campak dan rubella.

“Ini merupakan program nasional. Jadi tidak ada alasan bagi kita untuk tidak melaksanakan kegiatan tersebut,” ucap Pelaksana tugas Kepala Dinkes Kota Pekanbaru Zaini Rizaldy Saragih, Jumat (13/7/2018).

Zaini menjelaskan bahwa pemberian vaksin tersebut dinilai penting untuk dilakukan guna memberikan kekebalan tubuh bagi anak-anak tersebut.

Selain itu menurut data pihaknya pada tahun 2017 lalu, terdapat 570 anak yang terduga penderita campak di Pekanbaru. Jumlah tersebut dikatakan Zaini cukup tinggi dan masuk ke level yang membahayakan.

Oleh sebab itu seluruh dinas kesehatan yang ada di Indonesia diminta untuk memberikan vaksinasi tersebut guna memutus mata rantai penyakit campak tersebut.

Lebih jauh dijelaskan Zaini bahwa dalam pelaksanaannya, pihak Dinkes nantinya akan mendatangi seluruh sekolah yang ada di Pekanbaru agar target pemberian vaksin tersebut dapat tercapai. Selain itu pihak Dinkes juga nantinya akan terjun langsung ke masyarakat berupa mendatangi Posyandu yang ada di Kota Pekanbaru.

Ia juga mengimbau kapada orang tua untuk dapat membawa buah hati mereka ke Puskesmas terdekat guna mendapatkan vaksin tersebut.

“Kita langsung jemput bola terjun ke masyarakat,” imbuhnya.

Zaini menambahkan bahwa kegiatan tersebut akan dilaksanakan mulai satu Agustus hingga bulan September mendatang. Selain itu, dalam kegiatan tersebut pihak Dinkes sendiri tidak memungut biaya apapun alias gratis.

Oleh seba itu ia menilai bahwa tidak ada alasan bagi orang tua untuk tidak mengikutsertakan anak-anak mereka dalam upaya pemberantasan penyakit campak dan rubella tersebut.

Saat ini pihak Dinkes sendiri juga tengah melakukan kampanye serta pengenalan soal vaksin tersebut kepada masyarakat. Pasalnya masih banyak terdapat anggapan negatif dari masyarakat soal pemberian vaksin tersebut kepada anak-anak.

“Inikan tujuannya baik. Selain itu juga merupakan program pemerintah pusat. Mana mungkin pemerintah ingin melakukan hal buruk kepada rakyatnya,” pungkasnya. [Ant]

Baca Juga
Lihat juga...