banner lebaran

Dinkes Sumbar Targetkan 1,5 Juta Anak Terimunisasi

Editor: Koko Triarko

184
Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Sumatera Barat Merry Yuliesday/ Foto: M. Noli Hendra
PADANG – Dinas Kesehatan Provinsi Sumatera Barat, memperkirakan populasi anak usia 9  bulan hingga di bawah 15 tahun, mencapai 1,5 juta anak. Ditargetkan, seluruh anak itu pada Agustus hingga September 2018 bisa mendapatkan imunisasi massal campak dan rubella. 
Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Sumatera Barat, Merry Yuliesday, mengatakan sasaran imunisasi untuk anak usia 9 bulan hingga di bawah 15 tahun, saat ini baru mencapai 25 persen. Untuk itu, melalui sosialisasi program nasional kampanye imunisasi campak dan rubela bersama United Nations Children’s Fund (Unicef), diharapkan dapat mencapai target imunasasi.
Ia menyebutkan, untuk mencapai target itu diharapkan kepada Puskesmas di seluruh daerah di Sumatera Barat melakukan pendataan kepada anak usia tersebut, serta melakukan imunisasi hingga ke sekolah.
“Kita akan menyasar ke seluruh anak di Sumatera Barat, untuk mencapai target 100 persen anak di Sumbar mendapatkan imunisasi campak dan rubella,” katanya, Rabu (11/7/2018).
Menurutnya, agar imunisasi tersebut berjalan sesuai target, Puskesmas harus datang ke sekolah. Mulai dari di PAUD, TK ataupun SD dan SMP. Selain itu, orang tua juga diminta untuk membawa anak untuk diimunisasi ke Puskesmas terdekat.
“Imunisasi ini untuk mencegah penyakit yang mungkin terjadi di kemudian hari, jika tidak dilakukan imunisasi, dan dapat menimbulkan kecacatan dan kelainan,” ujarnya.
Sebelumnya, Dinas Kesehatan Sumatera Barat mengaklaim sudah memberikan imunisasi DPT (difteri, pertusis dan tetanus) untuk mencegah penyebaran penyakit difteri yang dilaksanakan di Puskesmas dan Posyandu. Hal ini dilakukan, karena Sumatera Barat sempat dilanda DPT.
Ketika itu, imunisasi pun diprioritaskan bagi anak yang keluarganya pernah menolak diimunisasi. Mengingat penyakit difteri akan sangat berisiko menyerang orang yang belum pernah diimunisasi, karena sistem kekebalan tubuh mereka sangat rentan terhadap penyebaran penyakit.
“Jadi, imunisasi ini sama dengan pemberian vaksin. Dinkes juga rutin melaksanakam imunisasi di Posyandu dan Puskesmas,” ucap Merry.
Sementara itu, Perwakilan Unicef, Ari Rukmantara, mengatakan adanya imunisasi sejak dini kepada anak, dapat mencegah penyebaran virus lebih cepat.  Sehingga, penduduk Indonesia dapat terhindar dari penyebaran virus.
“Imunasasi itu penting. Jadi, untuk menyukseskan imunisasi di Indonesia, kita punya komitmen penyakit campak dan rubella harus dapat tereliminasi pada 2020,” tegasnya.
Untuk itu, katanya, sampai saat ini lebih dari 150 negara telah melaksanakan imuniasasi campak dan rubella sejak 1970. Indonesia akan mengikuti negara-negara ini untuk memperkenalkan vaksin campak dan rubella, melalui kampanye nasional dan akan menjadi imunisasi rutin.
“Kami dari Unicef mengajak seluruh lapisan masyarakat untuk terlibat dalam kegiatan tersebut, dengan membawa anak-anak untuk datang ke sekolah-sekolah, Puskesmas, Posyandu, Polindes, dan berbagai fasilitas kesehatan untuk mendapatkan imunisasi campak dan rubella sesuai waktu yang telah ditentukan,” harapnya.
Lihat juga...

Komentar Anda

Alamat email anda tidak akan disiarkan.