Disparbud Ingin Hidupkan Kembali Kebudayaan di Jakarta

Editor: Mahadeva WS

274

JAKARTA – Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan DKI Jakarta, Tinia Budiati mengatakan, tahun ini pihaknya akan kembali menggencarkan promosi wisata Jakarta. Salah satunya dengan menggelar kembali Jakarta Karnaval (Jakarnaval).

Saat ini Jakarta hanya dijadikan tempat transit untuk melanjutkan perjalanan wisatawan asing ke kota lain di Indonesia. Hal tersebut berbeda dengan pemerintahan sebelumnya, dimana Pemprov DKI lebih fokus pada pembangunan infrastruktur dan pembangunan fisik Ibu Kota Jakarta.

“Promosi dan pameran sebelumnya kita vakum sudah hampir tiga tahun. Itu karena pemprov saat itu mau fokus kepada infrastruktur dan pembangunan fisik. Kita mau promosikan lagi Jakarta, bukan hanya jadi tempat transit,” ucap Tinia di Balai Kota DKI, Jakarta Pusat, Rabu (4/7/2018).

Diadakannya kembali Jakarnaval, salah satu event kebudayaan yang menampilkan budaya Indonesia sekaligus ajang para seniman dan komunitas menampilkan kemampuannya tersebut kembali bisa dinikmati masyarakat.  “Ini bagian pertanggungjawaban dari pemerintah khususnya kota-kota besar untuk menyenangkan hati masyarakat sehingga masyarakatnya tidak stres. Jadi, ya, ketawa ketawa saja,” katanya.

Menurutnya, pembangunan mental dan spritual warga juga memiliki peran penting, sebagai penyeimbang pembangunan infrastruktur. “Jadi marilah kita tidak hanya fokus pada pembangunan fisik dan infrastruktur saja. Kita juga harus fokus pada pembangunan mental dan spritual masyatakat,” ujar mantan Kepala Badan Perpustakaan dan Arsip Daerah (BPAD) DKI Jakarta itu.

Tinia memprediksi, wisatawan asing akan tertarik untuk datang ke Jakarta jika Jakarnaval sudah menjadi signature event di Jakarta. Mengenai pengisi acara, para seniman tersebut tidak dibayar karena acara tersebut disediakan untuk masyarakat Jakarta. “Enggak, ini bukan pesta pemerintah tapi pestanya rakyat,” pungkasnya.

Kepala Bidang Destinasi dan Pemasaran Dinas Pariwisata dan Kebudayaan DKI Jakarta Hari Wibowo mengatakan, pihaknya telah menggandeng Polda Metro Jaya untuk melakukan penutupan jalan serta pengamanan kegiatan. Penutupan diberlakukan pada Sabtu (7/7/2018) malam di seputar Jalan Medan Merdeka Selatan hingga Jalan Medan Merdeka Barat, Jakarta Pusat.

“Rencananya malam (Sabtu, 7/7/2018) kita akan ada menggelar geladi resik. Dan malam hari itu akan ada penutupan jalan seputar Jalan Medan Merdeka Selatan sampai dengan Medan Merdeka Barat. Itu start-nya jam 22.00 WIB,” kata Hari.

Penutupan jalan demi menyukseskan Jakarnaval 2018 telah disetujui oleh Wakil Gubernur Sandiaga Uno. Upaya tersebut dilakukan untuk menghindari kemacetan parah, pengalihan jalan itu juga sebagai ajang pelatihan aparat mempersiapkan Asian Games 2018. “Ini sekalian latihan juga. Karena ini large amount of people, sekitar 500 ribu (pengunjung). Nah kita di sini kesiapan aparat juga kita akan uji,” jelasnya.

Tak hanya Jakarnaval saja yang akan dihadirkan kembali. Disparbud juga berencana melakukan renovasi sejumlah bangunan bersejarah yang ada di Jakarta. Namun hingga kini pihaknya masih menunggu anggraan tersebut dari Pemprov DKI. “Kita lagi persiapkan perencanaanya. Kita harapkan di anggaran perubahan ini sudah bisa sehingga perencanaan di 2019 bisa berjalan,” tuturnya.

Tinia belum bisa merinci mengenai jumlah biaya yang dibutuhkan untuk melakukan renovasi. Hanya saja, rehabilitasi museum harus secepatnya dilakukan seperti keberadaan museum Bahari yang terbakar di awal tahun lalu. Kebakaran membuat semua koleksi berupa perahu dari puluhan hingga ratusan tahun lalu ikut terbakar.

Sebelumnya, Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan mengatakan, dirinya akan berkomunikasi dengan sejumlah pakar museum untuk mengembalikan Museum Bahari ke sedia kala. Ia mau museum tersebut ditangani dengan tepat dan cepat. Museum yang dibangun pada 1771 ini telah diasuransikan. Sayangnya, Anies tak mengetahui berapa nilai asuransi atau apa saja yang diasuransikan.

Lihat juga...

Komentar Anda

Alamat email anda tidak akan disiarkan.