Distan Sikka Kembangkan Bawang Merah Seluas 15 Hektare

Editor: Koko Triarko

372
MAUMERE – Dinas Pertanian (Distan) kabupaten Sikka, melalui Bidang Tanaman Pangan dan Holtikultura, menyiapkan benih bawang merah untuk pengembangan lahan bawang di areal seluas 15 hektare, yang tersebar di lima kecamatan di kabupaten Sikka.
“Bantuan diberikan untuk 10 kelompok tani di kecamatan Magepanda, Alok Barat, Nita, Waigete dan Talibura. Untuk lahan seluas satu hektare diberikan bantuan benih 800 kilogram,” sebut Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Sikka, Hengky Sali, melalui Kabid Tanaman Pangan dan Holtikultura Dinas Pertanian Sikka, Inocensius Siga, Senin (9/7/2018).
Fransiskus Xaverius, Kepala Seksi Perbenihan dan Perlindungan Tanaman Pangan dan Holtikultura Dinas Pertanian Kabupaten Sikka. -Foto: Ebed de Rosary
Menurut Ino, sapaannya, selain benih bawang merah, pihaknya juga memberikan bantuan pompa air ua dim dan selang hisap dua dim, masing-masing satu unit. Juga bantuan selang dua dim satu roll dan paralon dua dim 25 batang yang diberikan secara paket kepada empatkelompok tani.
“Bantuan ini hanya diberikan untuk empat kelompok saja, sebab enam kelompok lainnya berada pada daerah yang memiliki saluran irigasi. Dengan bantuan ini, diharapkan produksi bawang di kabupaten Sikka bisa meningkat,” sebutnya.
Selama ini, kata Ino, baik bawang merah maupun bawang putih selalu didatangkan dari Bima, NTB, dan juga dari Surabaya, Jawa Timur. Padahal, lahan pertanian di Sikka cocok untuk ditanami bawang dan ada beberapa orang yang sukses mnenanam bawang, khususnya bawang merah.
“Khusus untuk bawang merah, memang sudah ada beberapa petani yang menanam secara besar-besaran, dengan menyewa lahan kosong  milik masyarakat di luar Kota Maumere. Ini yang membuat harga bawang merah di pasar tetap stabil, karena stok mencukupi,” tuturnya.
Sementara itu, Kepala Seksi Perbenihan dan Perlindungan Tanaman Pangan dan Holtikultura Dinas Pertanian Sikka, Fransiskus Xaverius, menambahkan, pihaknya juga memberikan bantaun bibit cabai  rawit, keriting dan besar bagi lima kelompok tani.
“Bantuan diberikan setiap tahun bagi kelompok, disertai bantuan sarana produksi seperti hand spriyer, terpal kolam serta ajir atau tingka penahan tanaman. Sedangkan bantuan lainnya sama dengan yang dietrima oleh kelompok tani yang menanam bawang,” jelasnya.
Semua bantuan yang diberikan merupakan bagian dari program Upaya Khusus Bawang dan Cabai. Sumber dana yang digunakan berasal dari APBN, Dirjen Holtikultura Kementerian Pertanian RI.
Baca Juga
Lihat juga...