DKI Targetkan Pengangguran di Bawah Lima Persen

Editor: Koko Triarko

219
JAKARTA – Wakil Gubernur DKI, Sandiaga Uno, berharap pelatihan kerja dapat menjadi pusat pelatihan dalam mencetak wirausaha dan para pekerja industri kreatif yang sukses mengatasi masalah di bidangnya masing-masing. 
Juga menjadi solusi dalam mengatasi permasalahan kemiskinan, pengangguran dan problem kesenjangan ekonomi di Jakarta, melalui upaya penyediaan lapangan kerja di seluruh wilayah Ibu Kota Jakarta.
“Di kota Jakarta, faktanya tingkat pengangguran terbuka tahun lalu sempat tembus 7 persen. Sebanyak 300 ribu lebih pengangguran butuh solusi kreatif”, kata Sandi, saat memberikan arahan kepada 340 peserta pelatihan reguler berbasis kompetensi angkatan kedua tahun 2018 di Jakarta, Selasa (3/7/2018).
Acara tersebut diselenggarakan oleh Pusat Pelatihan Kerja Pengembangan Industri (PPKPI) Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Provinsi DKI Jakarta.
Sandi mengatakan, fakta masih banyaknya pengangguran membuat misi Pemprov DKI, jelas, yaitu untuk mengejar pertumbuhan ekonomi tujuh persen, dan insyaallah angka pengangguran bisa di bawah lima persen.
“Anda semua hari ini adalah bagian dari yang akan menurunkan angka pengangguran di bawah lima persen. Target tersebut harus dicapai dalam lima tahun, dan kita ciptakan 200 ribu wirausaha baru,” kata Sandiaga, di Halaman Gedung PPKPI, Jalan Raya Bogor, Pasar Rebo, Jakarta Timur, Selasa.
Sandi juga menyampaikan, bahwa para peserta pelatihan reguler ini akan dibekali dengan materi motivasi dari tim OK OCE. Kemudian pelatihan kerja yang diselenggarakan oleh Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI di tujuh tempat pusat pelatihan kerja akan tersebar ke lima wilayah Jakarta. Kemudian akan bersanding dan dipadukan dengan program kewirausahaan OK OCE.
Program OK OCE terus tumbuh pesat, pendaftaran online program OK OCE kini tercatat sudah tembus 37,269 orang. Untuk itu, perlu adanya pembangunan ekosistem OK OCE melalui upaya partisipatif dan kolaboratif.
“Ini yang akan jadi sentra-sentra penciptaan lapangan kerja ke depan bersama OK OCE. Keterampilan ini modal usaha yang luar biasa bagi lulusan SMA, SMK, dan yang ingin memulai wirausaha. Juga bisa menggandeng SMK yang sekarang direvitalisasi oleh Pemprov,” ujarnya.
Dia pun mengatakan kepada peserta didik itu untuk selalu berlatih dan diberikan pendampingan serta dikembangkan ekosistemnya.
“Saya selalu bilang, bahwa sebelum menjadi pengusaha itu harus dilatih. Diberikan pendampingan dan dikembangkan ekosistemnya melalui ekosistem OK OCE,” tandasnya.
Sebelumnya, Pemprov telah telah meninjau pusat pelatihan kerja di wilayah Jakarta Utara dan Selatan. Hal ini akan terus dilakukan untuk memastikan, pusat pelatihan kerja berbasis kompetensi ini akan menjadi cikal bakal ke depan di mana akan terbuka lapangan kerja seluas-luasnya bagi warga DKI Jakarta, dan menghadirkan wirausaha-wirausaha baru yang unggul di Jakarta untuk menggerakkan ekonomi kerakyatan dan mengurangi pengangguran.
Peserta pelatihan kerja berbasis kompetensi di PPKPI Pasar Rebo, Jakarta Timur pada 2018 ini berjumlah 1.050 peserta, yakni 1.000 peserta pelatihan reguler dan 50 peserta pelatihan mobile training.
Dalam satu tahun, ada tiga angkatan dan setiap angkatan diberikan pelatihan selama tiga bulan.
Pelatihan kerja ini berbasis kompetensi, dengan acuan standar kompetensi kerja nasional Indonesia dan selalu melibatkan dunia industri dalam menyusun program.
Selanjutnya, seluruh lulusan wajib disertifikasi oleh lembaga sertifikasi profesi yang mendapatkan lensensi badan nasional sertifikasi profesi. Hal ini sejalan dengan Pergub No. 25/2015.
Banyak lulusan yang telah sukses di bidangnya, dan bahkan ada yang sudah menjadi wirausaha unggul, salah satunya Ozi Marzuki, lulusan PPKPI yang memiliki usaha sendiri di bidang teknik mesin dan mempekerjakan 40 orang pegawai.
Baca Juga
Lihat juga...