DKK Balikpapan Targetkan Imunisasikan MR kepada 172.780 Anak

Editor: Mahadeva WS

206
Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) DKK Balikpapan Esther Vonny – Foto Ferry Cahyanti

BALIKPAPAN – Sebanyak 172.780 anak di kota Balikpapan pada Agustus dan September akan memperoleh imunisasi Measles dan Rubella (MR). Anak yang akan divaksin tersebut berusia sembilan hingga 15 tahun.

Yang menjadi sasaran adalah, 118.607 anak sekolah dan 54.173 anak di luar sekolah. Kewaspadaan dan pencegahan penyakit campak tersebut dilakukan secara serentak di Indonesia. Pemerintah Kota Balikpapan gencar melakukan kampanye mengenai pekan imuniasi MR tersebut baik di sekolah, masyarakat dan sarana medis.

“Dengan imunisasi itu, akan ada kekebalan kelompok sehingga anak lebih terlindungi dari kedua penyakit tersebut. Tujuan dari imunisasi itu untuk menurunkan angka kecacatan, kesakitan dan kematian terhadap penyakit yang dapat dicegah dengan imunisasi,” kata Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinas Kesehatanb Kota (DKK) Balikpapan, Esther Vonny, Jumat (27/7/2018).

Dia menjelaskan, apabila janin terjangkit virus MR, bisa mengalami keguguran dan kecacatan. Risiko penularan terhadap janin mencapai 80% sampai 90%. Beberapa kecacatan yang bisa terjadi diantaranya, bercak putih pada mata anak bahkan sampai pada juling.

Anak yang terjangkit juga bisa mengalami kelainan jantung. Yakni katup pada jantung tidak menutup sempurna. Kemudian darah bercampur hingga anak berwarna biru. “Anak juga bisa mengalami tuli dan kecacatan otak yang sifatnya menetap seumur hidup,” beber Esther.

Imunisasi yang dilakukan tersebut bersifat wajib, karena untuk melindungi anak. Bahkan pada anak berusia 15 tahun yang telah menikah harus juga diberi imunisasi. “Target kami 95%, dan jika kami temukan anak belum diimunisasi maka akan kami cari anaknya. Termasuk juga pada September Jika ada yang terdeteksi belum imunisasi maka kami juga cari,” imbuhnya.

Esther menegaskan, vaksin MR tidak tersedia di rumah sakit dan dokter praktik. Pengadaan vaksin dibawah koordinasi langsung DKK dan langsung didistribusikan ke Puskesmas. “Keseluruhan pos pelayanan kampanye MR ada 2.152 pos, sesuai yang telah ditentukan yakni di sekolah-sekolah dan posyandu,” sebutnya.

Untuk diketahui, penyakit campak memiliki gejala demam, bercak pada kulit, juga batuk disertai pilek. Penyakit tersebut dapat dicegah dengan imunisasi sehingga masyarakat yang memiliki anak usia 9 hingga 15 tahun diharapkan dapat datang ke puskesmas ataupun posyandu terdekat.

Baca Juga
Lihat juga...