DLHK Denpasar Temukan Tumpahan Oli dan Solar di Perairan Benoa

Editor: Koko Triarko

209
DENPASAR – Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Denpasar, menyarankan kepada pihak Pelabuhan Benoa Bali untuk segera melakukan tindakan pencegahan terjadinya masalah baru, terutama pada pencemaran lingkungan pascainsiden terbakarnya puluhan kapal nelayan di Pelabuhan Barat Benoa.
Menurutnya, hal tersebut perlu dilakukan, karena dari hasil pemantauan yang dilakukan selama dua hari ini, ditemukan tumpahan oli maupun solar di sekitar perairan pelabuhan barat Benoa.
Ketut Wisada, Kadis DLHK Denpasar. -Foto: Sultan Anshori.
“Kami sudah lakukan pemantauan bersama-sama dengan Tim dari Kementerian Bidang pencemaran pusat. Hasilnya ditemukan tumpahan Oli dan Solar, termasuk sisa puing-puing kebakaran di sekitar lokasi kejadian,” jelas Ketut Wisada, Kadis DLHK Denpasar, Rabu (11/7/2018).
Ketut Wisada mengatakan, salah satu upaya yang harus dilakukan adalah dengan cara melokalisir tumpahan minyak yang berada di lokasi kebakaran, agar tidak menyebar semakin jauh dari lokasi kebakaran.
Salah satu langkah pertama yang harus dilakukan dalam penanganan tumpahan minyak (oil spill) di laut, yaitu dengan cara melokalisasi tumpahan minyak menggunakan pelampung pembatas (oil booms), yang kemudian akan ditransfer dengan perangkat pemompa (oil skimmers) ke sebuah fasilitas penerima  yang disebut reservoar, baik dalam bentuk tangki ataupun balon.
“Nah, kami kemarin sudah menyarankan kepada pihak Pelabuhan Benoa agar melakukan kerja sama dengan Pertamina, karena yang mempunyai alat tersebut hanya Pertamina,” kata Wisada.
Meski demikian, tumpahan sisa kebakaran Oli dan Solar tersebut masih belum merembes terlalu jauh dari lokasi kebakaran. Karena itu, pihaknya meminta untuk dilakukan segera.
Menurutnya lagi, jika Oli dan Solar tersebut sampai dibiarkan terlalu lama, tentu akan berakibat terhadap kerusakan biota laut di dalamnya. Dan, dibutuhkan waktu yang cukup lama untuk mengembalikan kondisi seperti semula.
“Harapan kami, mudah-mudahan dampaknya tidak sejauh yang kami bayangkan. Mudah-mudahan tumpahan tersebut masih di permukaan saja,” pungkasnya.
Hingga saat ini, petugas damkar masih terus melakukan upaya pendinginan di beberapa bagian kapal yang terbakar. Kebakaran hebat di pelabuhan barat Benoa Denpasar terjadi pada Senin (9/7) dini hari. Setidaknya, 40 buah kapal terbakar dengan kerugian ditaksir mencapai ratusan miliar rupiah.
Lihat juga...

Komentar Anda

Alamat email anda tidak akan disiarkan.