DPRD Pertanyakan Komitmen Pemkot Balikpapan Tangani Masalah Banjir

Redaktur: ME. Bijo Dirajo

161

BALIKPAPAN — DPRD Balikpapan mempertanyakan komitmen Pemerintah Kota dalam menangani persoalan banjir yang kerap melanda. Dalam beberapa waktu terakhir, kota yang bertajuk Madinatul Iman tersebut air sering menggenangi jalan dan rumah warga jika hujan turun dengan intensitas tinggi.

Wakil Ketua Komisi III DPRD Balikpapan, H Haris menyayangkan program normalisasi aliran air dari hulu ke hilir di kawasan MT Haryono yang hingga saat ini belum juga tuntas. Hal tersebut berdampak jalan Beller menjadi langganan banjir.

“Untuk normalisasi sungai Ampal sudah dianggarkan dan kajian sudah ada, tapi hingga kini belum tuntas,” tegasnya di Balikpapan, Selasa (3/7/2018).

Dalam menuntaskan persoalan banjir, menurutnya, tidak hanya melakukan pengerukan sedimen pada drainase yang besar tapi juga perlu dilebarkan sehingga tampungan air hujan untuk mengalir ke laut akan lebih besar. Sehingga tidak tumpah ke jalan maupun masuk ke rumah warga.

“Untuk normalisasi di sungai Ampal saja, paling tidak perlu dilebarkan di kanan kirinya sepanjang 3 meter. Sudah dianggarkan sekitar Rp15 miliar tapi belum juga dikerjakan,” tandas Haris.

Haris mengatakan dalam mengatasi persoalan banjir tersebut perlu ketegasan dari pemerintah dan komitmen, sehingga cepat diselesaikan.

“Persoalan banjir ini akan semakin parah kalau pemerintah tidak tegas,” imbuhnya.

Pihaknya juga tidak menampik adanya permasalahan pembebesan lahan. Bahkan ia minta kerelaan masyarakat untuk untuk membebaskan lahannya dengan harga yang ditetapkan, karena ini untuk kepentingan bersama.

“Warga ingin dengan harga tinggi. Meski ada sistem appraisal, prosesnya juga terlalu lama,” sebutnya.

 

BANJIR
Wakil Ketua Komisi III DPRD Balikpapan, H Haris. Foto: Ferry Cahyanti

Sementara itu, Wali kota Balikpapan, Rizal Effendi mengaku penanganan banjir sudah menjadi prioritas.

“Memang makin mengkhawatirkan banjirnya di beberapa titik kalau hujan,” katanya.

Disebutkannya, saat ini Dinas Pekerjaan Umum telah diintruksikan untuk mengecek titik-titik banjir sehingga langkah-langkah yang akan diambil akan lebih cepat.

“Tugas pertama adalah banjir. Saya tadi sudah minta kepada Plt. PU kita dan akan tinjau, apa langkah-langkah-langkah yang akan kita lakukan supaya banjirnya bisa dikendalikan,” imbuhnya.

Baca Juga
Lihat juga...