Ekosistem Rusak, Banyak Mamalia Terdampar di Laut Sawu

Editor: Mahadeva WS

311

MAUMERE –  Banyak mamalia laut yang ditemukan terdampar bahkan mati di perairan Pulau Sabu NTT. Wahana Lingkungan Hidup (Walhi) menduga hal tersebut diakibatkan oleh rusaknya ekosistem di kawasan tersebut.

Direktur Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (Walhi) NTT Umbu Wulang Tanamahu Paranggi. Foto : Ebed de Rosary

“Ada banyak paus yang terdampar di lait Sawu seperti di Sabu Raijua. Perlu mendapat tanggapan serius pemerintah dan harus dicari tahu apa yang menyebabkannya,” sebut Direktur Walhi NTT Umbu Wulang Tanaamahu Paranggi, Rabu (11/7/2018).

Seringnya paus terdampar menjadi bentuk peringatan bagi manusia. Secara akademik, paus terdampar bisa diakibatkan karena kerusakan lingkungan atau ekosistem. “Kita di NTT ini secara ada budaya, sejak zaman nenek moyang terkenal dengan menghargai dan mencintai alam. Kearifan lokal ini mulai terkikis akibat kemajuan zaman dan ketamakan manusia untuk mendapatkan uang dengan cara merusak alam dan lingkungannya,” tandasnya.

Umbu Wulang berharap, pemerintah segera mengambil langkah untuk melakukan penelitian dan menindaklanjjuti fenomena tersebut. Mengingat perairan di NTT seperti Laut Sawu dan Laut Flores banyak dihuni hewan laut yang dilindungi karena terancam punah.

Vinsen Parera, salah seorang penyelam yang juga pencinta lingkungan saat ditemui Cendana News mengatakan, di Laut Sawu dan Laut Flores banyak dijumpai hewan laut yang terancam punah dan dilindungi. “Di laut Flores kita masih bisa menjumpai lumba-lumba, hiu, paus dan juga kura-kura saat melakukan penyelaman. Banyak wisatawan asing yang senang bila saat menyelam bisa berpose dengan hewan laut ini,” sebutnya.

Selain itu di perairan laut Sawu terutama di Pantai Selatan Sikka, banyak terdapat kura-kura dan Pari Manta yang dilindungi. Menyelam lima sampai delapan meter sudah bisa menjumpai kura-kura dan Pari Manta. “Terkadang juga berjumpa dengan ikan Napoleon dan ikan-ikan lainnya yang unik dan sangat sulit dijumpai di tempat lain. Untuk itu kita berharap agar pemerintah tegas memburu dan menindak nelayan yang menangkap ikan menggunakan bom dan potassium,” pungkasnya.

Baca Juga
Lihat juga...