Elvi Hendrani: Orang Tua Harus Tinggikan Martabat Anak

Redaktur: ME. Bijo Dirajo

189

JAKARTA — Asisten Departemen Pemenuhan Hak Anak Atas Pendidikan Kreativitas dan Budaya Anak Kementrian Program Pengembangan, Elvi Hendrani mengatakan, Hari Anak Nasional (HAN) menjadi momentum pengingat untuk memperjuangkan hak-hak anak Indonesia.

Yakni, hak atas kelangsungan hidup, tumbuh dan berkembang, mendapat perlindungan, dan pendidikan. Sehingga mereka menjadi generasi penerus bangsa yang handal dalam segala bidang.

“HAN adalah momentum pengingat kita sebagai bangsa dan orangtua untuk memperjuangkannya. Kita harus meninggikan martabat anak untuk lebih sehat, cerdas, dan mulia,” kata Elvi dalam sambutannya pada Festival Dolanan Anak Nusantara yang digelar TMII dalam rangka peringatan HAN di Candi Bentar TMII, Jakarta, Minggu (29/7/2018).

Belakangan ini, penggunaan gadget tidak saja menjadi dominasi orang dewasa. Smartphone, tablet, notebook dan lainnya juga sudah jamak digunakan anak-anak di era modern ini.

Pada kesempatan ini, Elvi berpesan kepada para orang tua agar lebih memperhatikan dan mengawasi anak-anaknya dalam kehidupan sehari-hari.

Memang menurutnya, anak-anak yang sedang berada dalam masa serba ingin tahu, dan tentunya sangat senang saat diberi waktu bermain dengan gadget yang penuh berbagai aplikasi.

Memang sebut dia lagi, di satu sisi ada beberapa manfaat yang sejak dini sudah berkenalan dengan gadget. Paling tidak sejak awal sudah familiar dengan teknologi.

Namun pemakaian gadget sejak usia dini juga dapat membawa dampak negatif. Karena memiliki paparan elektromagnetik yang dapat mempengaruhi tubuh.

Dampak lainnya adalah bahaya kecanduan. Dibutuhkan peran orang tua yang ekstra ketat dalam mengawasi karena berisiko juga pada perilaku. Yaitu, jelas Elvi, mudah marah karena tidak bersosialisasi.

Menjadi komitmen kita untuk memenuhi hak-hak anak dengan kasih sayang dan pengawasan seiring perkembangan teknologi ini. Jangan sampai terjerumus, misalnya melihat video porno dan lainnya.

“Komitmen kita sebagai bangsa, dan juga para orang tua adalah memberikan hak-hak anak yang terarah. Sehingga mereka menjadi generasi penerus yang beriman, mandiri, cerdas, kreatif dan ceria,” tutupnya.

Lihat juga...

Komentar Anda

Alamat email anda tidak akan disiarkan.