Empat Desa di Temanggung, Kekurangan Air

253
Ilustrasi -Dok: CDN
TEMANGGUNG – Jumlah desa yang mengalami kekeringan dan membutuhkan bantuan air bersih di Kabupaten Temanggung, Jawa Tengah, pada musim kemarau akhir Juli ini, bertambah, dari dua desa menjadi empat desa.
Pelaksana Tugas Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kabupaten Temanggug, Gito Walngadi, menyebutkan, semula masyarakat yang meminta bantuan air bersih hanya di Desa Kalimanggis, Kecamatan Kaloran dan Desa Tlogopucang, Kecamatan Kandangan.
“Kekeringan di Desa Tlogopucang melanda hampir di seluruh dusun, seperti Dusun Kemik, Karangtengah, Karto Ngargomulyo, Karangtengah Utara, Tlogopucang Utara, Dlemik, dan Dringo”, katanya, Selasa (31/7/2018).
Ia menuturkan, saat ini kekeringan juga melanda Desa Kundisari, Kecamatan Kedu dan Desa Jetis Kecamatan Selopampang.
Menurutnya, Desa Kundisari merupakan daerah baru yang meminta bantuan air bersih, karena tahun-tahun sebelumnya belum pernah meminta bantuan air bersih.
“Sebenarnya, tahun lalu di Desa Kundisari sudah mengalami kekeringan, namun tidak ada laporan yang masuk ke BPBD, karena warga tidak mengetahui kalau ada bantuan air bersih dari Pemkab Temanggung,” katanya.
Ia mengatakan, kalau ada laporan, tentu wilayah tersebut akan masuk dalam pemetaan daerah rawan kekeringan tahun ini.
“Rencananya, hari ini akan ada pendistribusian bantuan air bersih ke Kundisari menggunakan mobil tangki milik PMI Cabang Temanggung,” katanya.
Ia mengatakan, bantuan air bersih yang disiapkan Pemkab Temanggung pada musim kemarau tahun ini sebanyak 450 tangki.
“Jika nanti bantuan tersebut tidak mencukupi, kami akan menggandeng pihak swasta, seperti BUMD dan BUMN,” katanya. (Ant)
Lihat juga...

Komentar Anda

Alamat email anda tidak akan disiarkan.