Festival Panji Internasional, Gelaran Lestarikan Karya Nenek Moyang

Editor: Mahadeva WS

445

MALANG – Pada Oktober 2017, kumpulan naskah Panji yang disimpan di perpustakaan nasional secara resmi telah diterima dan diakui United Nations Educational, Scientific and Cultural Organization (UNESCO) sebagai salah satu warisan dunia.

Untuk merayakannya, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) menggelar acara kesenian bertajuk Festival Panji Internasional. Festival Panji diselenggarakan bersama oleh empat daerah yakni Bali, Jawa Timur, Yogyakarta dan Jakarta.

Direktur festival Panji , Wardiman Djoyonegoro – Foto Agus Nurchaliq

Direktur program Festival Panji Internasional Wardiman Djoyonegoro menyebut, beberapa tahun yang lalu Indonesia mengajukan pengakuan naskah-naskah kuno cerita panji kepada Unesco sebagai warisan dunia.

“Untuk itu kita semua patut senang dan berbangga bahwa ada karya nenek moyang kita yaitu berupa naskah panji yang begitu banyak dapat diterima oleh Unesco. Oleh karenanya, Kemendikbud bersama empat daerah ingin merayakannya dan menjadikan kebanggaan sehingga dipilihlah tahun 2018 untuk menggelar panji internasional,” ucapnya dalam acara pembukaan Festival Panji Internasional di Malang, Senin (2/7/2018).

Unesco menerima cerita panji ini setelah kurang lebih ada 90 nominasi yang masuk. Cerita panji diterima karena mampu memukau para juri di Unesco. Karena, setelah 7 abad lamanya bisa menjadi sangat populer dan menyebar ke seluruh nusantara. “Tidak hanya di nusantara, cerita Panji juga menyeberang lautan menuju Malaysia, Kamboja, Thailand, Myanmar, Laos, Vietnam dan Filiphina,” ungkapnya.

Meskipun sudah tujuh abad berlalu, nilai-nilai panji masih sangat relevan untuk masa sekarang. Untuk itu pemerintah ingin melestarikan dan membangkitkannya kembali melalui festival Panji Internasional.

Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) kota Malang Ida Ayu Made Wahyuni menyebut, tujuan diselenggarakannya Festival Panji Internasional adalah untuk menumbuhkan kembali memori bersama tentang sastra panji.

Serta merevitalisasi, reaktualisasi dan rekreasi berbasia cerita panji. “Festival Panji di Kota Malang dilaksanakan selama dua hari dengan menampilkan tim seni dari Thailand dan Kamboja serta berbagai kegiatan kesenian seperti Kuda Lumping, pemutaran film dokumenter, pameran cagar budaya, pameran topeng dan payung,” terangnya.

Acara Festival Panji akan digelar di lima kota di Jawa Timur yakni di Pasuruan, kota Malang, Kabupaten Blitar, Tulungagung dan Kediri.

Lihat juga...

Komentar Anda

Alamat email anda tidak akan disiarkan.