Film DMDKM, Ceritanya Sangat Kuat

Editor: Satmoko Budi Santoso

469
Yurike Prastika (Foto Akhmad Sekhu)

JAKARTA – Yurike Prastika termasuk artis senior yang masih tetap eksis sampai sekarang dengan banyak pengalaman dalam dunia hiburan.

Ia menyadari sekarang sudah tidak muda lagi, tapi tetap semangat turut meramaikan dunia perfilman. Ia kini membintangi film Dilarang Menyanyi di Kamar Mandi (DMDKM), yang berbeda dengan film-film yang ada sebelumnya dan diharapkan apat memberi warna baru dalam khasanah perkembangan film Indonesia.

“Dalam film ini saya berperan sebagai ibu-ibu kampung yang sayang suaminya, tapi demen ngerumpi dan cerewet sekali,“ kata Yurike Prastika kepada Cendana News dalam acara selametan film Dilarang Menyanyi di Kamar Mandi di Resto Ocha & Bella, Hotel Morrisey, Jl, Wahid Hasyim, Jakarta Pusat, Jumat (13/7/2018).

Perempuan kelahiran Bandung, 25 Juni 1968, itu membeberkan sampai bisa main dalam film DMDKM karena sudah dipilih dirinya yang memerankannya.

“Kebetulan mereka mencari orang China, saya kan memang keturunan China peranakan jadi perannya jatuh pada saya,“ beber artis yang dikenal setelah beradegan panas lewat film Pembalasan Ratu Pantai Selatan, dan karena itu ia pernah dijuluki bom seks Indonesia.

Kalau film komedi bagi Yurike, ia merasa biasa-biasa saja karena dirinya memang sudah biasa main film komedi.

“Saya tidak melucu karena ceritanya sudah sangat kuat dan memang sudah lucu,” ungkap peraih Piala Vidia FSI 1997 untuk Pemeran Pembantu Wanita Terbaik.

Obsesi Yurike ingin mendapatkan peran psiko yang punya dua kepribadian seperti siang baik, tapi kalau malam jahat.

“Hanya saja saya sekarang sudah tidak muda lagi jadi peran saya sekarang lebih sering berperan sebagai orangtua, karena tentu saya sekarang sudah tidak mungkin dapat pemeran utamanya, pasti artis-artis muda yang jadi pemeran utama sebagai jualannnya,“ papar artis yang dikenal masyarakat lewat perannya sebagai Ceu Kokom.

Pandangan Yurike, perkembangan film Indonesia sekarang sudah sangat bagus, sudah banyak inovasinya dan sangat kreatif.

“Yang mengerjakan film sekarang adalah anak-anak muda yang imajinasinya juga sudah sangat jauh, referensinya film-film luar negeri, yang sudah sangat maju dengan teknologi penggarapan filmnya yang sudah canggih-canggih,“ ujarnya.

Harapan Yurike, film ini menjadi tontonan yang menghibur, banyak yang suka dan menjadi film yang box office.

“Saya berharap besok-besok tidak hanya film horor yang banyak, tapi film komedi juga harus dibanyakin, karena film-filmnya kebanyakan horor melulu,” tuturnya.

Yurike mengaku dirinya memang sering main film horor, tapi sekarang ia sudah tidak mau lagi berperan menjadi setannya.

“Saya menyadari kalau saya berperan menjadi setan bingung untuk mencari referensinya, dan syutingnya malam fisik saya sudah tidak muda lagi gampang sakit, dan percaya tidak percaya kalau berperan menjadi setan auranya tidak bagus karena syutingnya di kuburan,“ tegasnya.

Dulu sewaktu masih muda, Yurike mau berperan apa saja, bahwa ia mau digantung pakai sling berperan menjadi setannya.

“Saya jadi berpikir kok saya seperti tidak punya kepribadian, setelah itu saya tidak mau lagi berperan menjadi setan dan kemudian saya lebih memilih peran jadi lebih sering main film-film komedi atau film-film drama,“ pungkasnya.

Baca Juga
Lihat juga...