Film Raja, Ratu & Rahasia, Kisah Cinta dan Problematika Remaja

Editor: Mahadeva WS

293

JAKARTA – Masa sekolah adalah masa-masa indah. Sebuah masa yang bukan hanya untuk menuntut ilmu dan mencari jati diri, tapi juga masa mulai mengenal hubungan dengan lawan jenis alias cinta. Bahwasannya masa sekolah memang selalu memiliki kisah indah tersendiri.

Remaja usia sekolah mengalami kisah cinta dengan segala problematikanya dalam upaya pencarian jati diri. Demikian yang mengemuka dari film Raja, Ratu & Rahasia. Kisahnya dimulai dari adegan pemakaman yang membuat Ratu (Aurora Ribero) merasa begitu sangat sedih setelah kedua orangtuanya meninggal karena kecelakaan pesawat.

Tampak teman-teman sekolah turut hadir mengikuti prosesi pemakaman. Ratu tak bisa membendung air mata yang terus mengalir pipi. Adapun, Reon (Dimas Beck), kakaknya, juga tampak sedih, tapi mencoba untuk memberi kekuatan pada Ratu.

Sepeninggal orangtua, Ratu merasa ditinggalkan oleh orang-orang yang dicintainya. Kesedihan itu terus menghantui pikiran. Bahkan ketika kakaknya, Reon sudah berusaha melindungi, rasa sedih Ratu seperti tak pernah terobati. Apalagi sang kakak begitu sibuk menggantikan pekerjaan ayahnya di kantor.

Ratu yang masih labil itu pun diminta untuk tetap melanjutkan sekolah dan tinggal sementara bersama Bibi Mitha (Ira Wibowo) yang merupakan sahabat dari orang tua mereka. Sementara itu, Raja (Brandon Salim), anak dari Bibi Mitha merupakan teman kecil Ratu hingga remaja. Raja mendapatkan tugas untuk menjaga Ratu, apalagi mereka berdua berada di satu sekolah yang sama. Keduanya berada dalam masa hubungan abang-adek yang identik dengan area friendzone.

Raja ternyata menyukai Ratu. Diam-diam Raja berusaha melindungi Ratu. Pada awalnya, Raja menyembunyikan rasa yang dimiliki, namun memang tak bisa dipungkiri bahwa Dirinya memang suka pada Ratu. Rasa suka itu bertambah dalam karena Raja ditugaskan untuk menjaga Ratu yang dititipkan di rumahnya selagi Reon, kakaknya, bekerja. Raja yang dikenal tukang makan, dari luar terlihat humoris, berantakan, dan suka berutang di kantin, diam-diam ternyata juga menyimpan rahasia rencana masa depannya.

Di sekolah, Ratu masuk ke Komplotan Rahasia, organiasi underground di sekolah, yang ternyata dapat membantu melepas kesedihan dan meluapkan segala apa yang menjadi kesenangan sepuas-puasnya. Sayangnya, Raja tidak menyukai Komplotan Rahasia, bahkan sangat menentang karena komplotan rahasia pernah mencoreng citra nama baik sekolah.

Untuk itu, Ratu menyimpan rahasia Dirinya masuk menjadi anggota kelompok tersebut. Tetapi dengan demikian, pikirannya semakin terbayang-bayang ditinggalkan orang-orang tercinta yang sangat disayanginya. Suatu ketika, Raja mengetahui Ratu menjadi anggota kelompok rahasia dan langsung memicu kemarahannya. Raja yang membenci Komplotan Rahasia meminta Ratu keluar dan tentu saja Ratu menolak.

Raja merasa terjebak dalam kebimbangan apakah akan tetap melarang Ratu yang berarti akan membuat Ratu kembali larut dalam kesedihan. Sementara itu, Ratu yang selalu merasa kehilangan mulai tidak percaya dengan Raja. Kondisi semakin rumit ketika Ratu mengetahui rahasia Raja.

Film ini cukup menghibur. Kisah cinta remaja di sekolah. Sutradara Findo Purwono HW cukup mampu menggarap dengan baik. Meski tampak penggarapan masih pada permukaan dan belum sepenuhnya masuk dalam problematika masa remaja yang sedang mengalami masa transisi menuju pendewasaan.

Alur cerita film adaptasi dari novel berjudul sama karya Wulanfadi ini cukup lancar. Haqi Achmad menggarap skenario dengan cukup baik, meski tampak kedodoran. Sebenarnya Haqi sudah cukup punya bekal pengalaman menggarap kisah anak-anak sekolah dengan penggarapan skenario Ada Cinta Di SMA (2016) bersama Patrick Effendy dan Salman Aristo.

Film ini bisa menjadi ujian bagi Haqi untuk menunjukkan kemampuan penggarapan skenario yang lebih dari penggarapan skenario sebelumnya. Akting Aurora Ribero cukup baik dengan menunjukkan usaha keras untuk bermain sebaik mungkin. Pengalaman akting sebelumnya bermain dalam film Susah Sinyal (2017) tampaknya cukup menjadi bekal. Raut wajah Aurora yang unik menjadi daya tarik tersendiri.

Akting Brandon Salim juga bisa dikatakan cukup baik dan mampu mengimbangi akting Aurora yang menjadi pasangan aktingnya. Meski keduanya tidak menjalin chemistry dengan baik. Brandon Salim tampaknya tak bisa lepas dari bayang-bayang kebesaran aktor Ferry Salim yang tiada lain adalah ayahnya. Mestinya Brandon bisa lepas bebas dari bayang-bayang sang ayah.

Brandon memang masih muda dan jalan karirnya masih panjang. Semoga ke depan kemampuan aktingnya semakin lebih terasah lagi dengan menunjukkan kematangan akting yang gemilang. Adapun para pemain pendukung, seperti Sheila Dara Aisha, Jeff Smith, Teuku Ryzki, Ardit Erwandha, Zulfa Maharani, Debo Andryos, cukup memperkuat cerita.

Demikian juga aktor-aktris senior seperti, Dimas Beck, Ira Wibowo, Rheina Ipeh, hingga Rina Hasyim, memberi warna tersendiri dalam film tersebut. Kesetiaan mereka terhadap profesi di dunia seni peran memang patut mendapat apresiasi.

Meski film Raja, Ratu dan Rahasia terkesan hanya menampilkan kisah cinta remaja di sekolah. Namun filmnya tetap menyimpan pesan moral mengenai hubungan horisontal antar manusia yang harus dijaga sebaik-baiknya. Tak semua kisah diumbar, ada yang perlu dirahasiakan karena bersifat pribadi. Tapi tak ada salahnya juga beban masalah dibagikan ke sesama teman sebaya, karena dengan demikian beban masalahnya menjadi ringan.

Yang terpenting tentu kita tidak boleh terlalu larut dalam kesedihan karena ditinggal orang-orang tercinta. Setiap makluk bernyawa pasti akan mengalami kematian. Hal yang perlu disadari dan dimengerti. Yang perlu dilakukan adalah mempersiapkan bekal dengan amal ke kebajikan menuju ke alam yang kekal.

Baca Juga
Lihat juga...