Film Sabrina, Kisah Kerinduan Anak pada Sang Ibu

Editor: Koko Triarko

417
JAKARTA – Bagaimana jika kerinduan anak kecil pada sang ibu yang sudah meninggal dunia, tak terbendung? Seorang anak kecil tak tahu, kalau ibunya yang sudah meninggal itu tidak bisa kembali, karena sudah di alam barzakh, yaitu alam kubur yang membatasi antara dunia dan akhirat.
Tapi, ia nekat melakukan apa saja untuk bisa bertemu ibunya dengan alat pemanggil arwah yang berisiko fatal, karena yang datang bukan ibunya, tapi iblis keji yang mengancam nyawa dirinya dan keluarganya. Demikian yang mengemuka dari film ‘Sabrina’.
Film ini diawali dengan adegan di sekolah. Ada seorang anak kecil memamerkan pada teman-teman sekolahnya tentang “Pensil Charlie” yang ajaib, karena pensilnya bisa bergerak untuk menjawab berbagai pertanyaan. Sayangnya, justru teman-temannya yang menanyakan berbagai hal yang negatif mengenai dirinya, yang jarang gosok gigi dan suka ngompol.
Kemudian, hampir semua teman-teman sekolah yang menontonnya mengolok-olok dan meninggalkan dirinya, kecuali Vanya (Richelle Georgette Skornicki), yang bertahan bersamanya dan tampak begitu sangat tertarik pada “Pensil Charlie”, dan setelah itu meminjamnya untuk dibawa pulang.
Sampai di rumah, Vanya yang begitu sangat rindu pada ibunya langsung menggunakan  “Pensil Charlie” untuk menanyakan berbagai hal tentang ibunya yang sudah meninggal, bahkan kemudian memanggil ibunya untuk datang dan kemudian mendeteksi kedatangan ibunya ke seluruh penjuru rumah.
Vanya tampaknya tak tahu kalau yang datang sesungguhnya bukan ibunya, melaikan iblis yang mampu berwujud seperti ibunya. Satu per satu misteri dari permainan ini mulai menghantui Vanya, tapi Vanya merasa diri tidak dihantui, karena saking rindu dan ingin sekali bertemu dengan ibunya.
Maira, bibinya Vanya (Luna Maya) dan Aiden, pamannya Vanya (Christian Sugiono), seorang pengusaha mainan yang sukses dan kaya raya. Aiden membuat boneka Sabrina versi baru. Boneka Sabrina sebelumnya adalah kesayangan mendiang putri Maira yang telah meninggal. Maira kini memberikan boneka Sabrina versi baru itu pada Vanya.
Beberapa kali Vanya dengan “Pensil Charlie” memanggil ibunya untuk datang dan kemudian mendeteksi kedatangan ibunya ke seluruh penjuru rumah. Kejanggalan-kejanggalan pun mulai terjadi.
Boneka Sabrina versi baru itu berpindah tempat sendiri, kotak musik Aba-Aba berbunyi, dan Vanya suka mengobrol sendirian, bahkan seringkali bilang, bahwa ibunya telah datang di rumah yang kini mereka tinggali. Maira dan Aiden tak percaya, hingga akhirnya Maira mengalami serentetan kejadian menakutkan dan mereka melihat sendiri sosok Andini.
Maira pun memanggil Bu Laras (Sara Wijayanto), seorang paranormal yang dulu pernah membantunya untuk menyibak misteri yang sebenarnya kini terjadi. Aiden, Maira dan Vanya berkumpul untuk mengetahui apakah memang benar ada sosok Andini di dalam rumah.
Bu Laras ditemani Pak Raynard (Jeremy Thomas), menggunakan “Pensil Charlie” untuk menyibak misteri yang sebenarnya terjadi. Awalnya, “Pensil Charlie” menunjukkan kebenaran sosok Andini, karena dapat menjawab pertanyaan Vanya yang hanya diketahui Vanya, tapi kemudian menunjukkan Andini ternyata bukanlah Andini, tapi iblis keji bernama Baghiah yang menetap di boneka Sabrina dan menginginkan tubuh manusia.
Film ini cukup menegangkan dari awal sampai akhir. Sutradara Rocky Soraya cukup baik mengemas film ini, dengan intensitas ketegangan yang tetap terjaga.
Rocky termasuk sutradara yang cukup serius dalam menggarap film horor. Rocky juga selalu membuat kejutan dengan hal-hal baru dalam film yang disutradarainya.
Sementara itu, akting Luna Maya patut diapresiasi. Luna berani melakukan adegan-adegan berbahaya sendiri tanpa pemeran pengganti. Tampaknya, Luna ingin total dan profesional dalam dunia seni peran yang telah membesarkan namanya.
Hal itu tampaknya dilakukan untuk tetap menjaga eksistensinya sebagai bintang film yang bisa dibilang cukup senior, karena dunia hiburan selalu menampilkan bintang-bintang baru yang semakin memperketat persaingan antar bintang.
Begitu juga dengan akting Christian Sugiono yang cukup lumayan, meski baru kali ini membintangi film horor. Christian di awal film tampak terlihat kaku, tapi kemudian mampu beradaptasi dengan peran di film yang penuh ketegangan ini.
Kemudian, aktris cilik Richelle Georgette Skornicki yang berperan sebagai Vanya, tampak aktingnya semakin baik. Usia yang terus bertambah yang menjadikannya tumbuh menjadi aktris yang mampu memerankan karakter dalam film ini dengan baik.
Ia bisa menjadi bintang masa depan yang penuh harapan. Jalan kariernya masih panjang dan dibutuhkan kesungguhan untuk mengasah kemampuan aktingnya secara terus-menerus.
Ada pun, Jeremy Thomas yang juga baru membintangi film horor, tampak berusaha keras untuk dapat memerankan sebagai paranormal yang mendampingi Sara Wijayanto, yang lebih banyak memang memerankan dirinya sebagai paranormal.
Sayangnya, doa dan dzikir yang dilafalkan Sara Wijayanto (Bu Laras) dan Jeremy Thomas (Pak Raynard), dengan memakai bahasa Indonesia terjemahan terasa janggal. Alangkah lebih baik tetap menggunakan bahasa asalnya, yakni bahasa Arab, yang tentu lebih afdol dan terasa punya kekuatan pada doa dan dzikirnya.
Film ini meski bergenre horor, tetap menyimpan pesan moral tentang kasih sayang ibu pada anaknya. Sebagaimana sebuah peribahasa, kasih ibu sepanjang masa, demikian juga yang ditujukkan dalam film ini.
Dari anak yang begitu rindu akan ingin sekali bertemu dengan ibunya, dan kemudian ibunya benar-benar datang dalam film ini memberi sentuhan kasih sayang pada anaknya tercinta.
Baca Juga
Luna Maya-Clift Sangra Berkolaborasi dalam Film Ho... JAKARTA --- Kebanggaan tersendiri bagi Luna Maya mendapat peran sebagai Suzzanna dalam film ‘Suzzanna: Bernapas dalam Kubur’. Sebuah film produksi Sor...
Zaskia Gotik Mengaku Takut Saat Ditawari Bintangi ... JAKARTA --- Zaskia Gotik, penyanyi dangdut yang melejit lewat goyang itik mengaku takut saat ditawari untuk membintangi film 'Arwah' bagian dari trilo...
Film ‘Something in Between’, Beda dan ... JAKARTA --- Titien Wattimena termasuk penulis skenario andal yang mampu menggarap ide dari siapapun untuk diangkat menjadi skenario film. Apalagi iden...
K2C Ajak Jurnalis Terus Mengenang Chrisye JAKARTA - Apa yang dilakukan penggemar bagi tokoh idolanya adalah terus-menerus mengenangnya. Agar terdokumentasi dengan baik, penggemar selalu meliba...
Cerita di Balik Layar The Sacred Riana Movie JAKARTA --- The Sacred Riana termasuk pesulap muda berbakat yang beraliran bizarre illusionist dan dikenal mempunyai keahlian telekinesis. Riana serin...
Film ‘Belok Kanan Barcelona’, Sampaikan Pesan Berh... JAKARTA - Hubungan cinta dan persahabatan begitu sangat dekat dan seringkali saling berkaitan. Ada yang dari temen (persahabatan), menjadi demen (cint...
Tantangan Nirina Zubir di Film Liam dan Laila JAKARTA --- Nirina Zubir termasuk artis yang lama malang-melintang dalam dunia perfilman. Ia mulai membintangi film sejak 2003 dengan debut aktingnya ...