Foto Hantu Saat Pelantikan Pejabat, Sandiaga: Itu Hoax

Editor: Mahadeva WS

276

JAKARTA – Wakil Gubernur DKI Jakarta Sandiaga Uno mengatakan, foto penampakan hantu di acara pelantikan Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) Pemerintah Provinsi DKI Jakarta sebagai foto rekayasa atau hoaks.

Sebelumnya, beredar foto pelantikan pejabat DKI Jakarya yang menampilkan sosok seorang wanita yang berada persis disamping Wali Kota Jakarta Pusat, Bayu Meghantara. “Oh iya saya liat itu belakangnya Pak Bayu ya. Ngeri banget, ya itu hoaks,” ujar Sandiaga usai mengunjungi pedestrian Kali Besar, Jl Kali Besar Barat, Taman Sari, Jakarta Barat, Jumat (6/7/2018).

Meski memastikan foto perempuan disangka hantu itu hoax, dia meminta untuk tidak lagi dikait-kaitan dengan hal mistis sebagaimana ramai dibahas di media sosial. Namun dia tidak menampik adanya makhluk halus di Balai Kota. Kemudian dia bicara mengenai penunggu hantu di Balai Kota itu sosok Noni Belanda.

Politikus Partai Gerindra itu mengaku tidak pernah diganggu makhluk halus. Meski begitu, dia menyatakan ada sosok makhluk halus yang ramah kepadanya. “Di Balai Kota saya sudah tinggal 8 bulan di sana. Aman-aman dan makhluk halusnya sangat… noni Belanda-nya sangat ramah sama saya,” cerita Sandiaga.

Sedangkan Pakar Telematika, Abimanyu Wahjoehidajat mengatakan bahwa foto diduga hantu itu merupakan editan orang. “Editan itu,” ujar Abimanyu kepada CendanaNews saat dikonfirmasi kebenaran foto melalui pesan tertulis.

Diketahui, seorang pengguna akun Facebook berinisial AUU, mengunggah foto yang viral di media sosial tersebut. Foto tersebut kemudian dikait0kaitkan dengan hal mistis. Foto ini juga menyebar di percakapan WhatsApp. Sesosok wanita mirip hantu muncul dalam sebuah foto saat pelantikan lima wali kota Jakarta dan Bupati Kepulauan Seribu di Balairung Balai Kota, Kamis (6/7/2018).

Di dalam foto tersebut, terlihat para peserta wali kota dan bupati yang telah berdiri siap di lantik oleh Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan sambil menggunakan seragam dinas. Sosok wajah wanita menyeramkan terselip di tengah-tengah tamu undangan yang menyaksikan pelantikan.

Foto hantu di pelantikan pejabat DKI Jakarta – Foto istimewa / Lina Fitria

Sebelumnya, saat melantik 20 pejabat eselon Gubernur DKI Jakarta Anies baswedan mengatakan, pelantikan tersebut menjadi bagian dari alih jabatan, promosi, dan mutasi. Hal itu menjadi bagian dari upaya penataan organisasi untuk menjaga dan menumbuhkan budaya serta sistem yang berdasarkan pada kinerja.

“Rotasi bahkan juga pelelangan dilakukan dalam rangka tour of duty. Dengan demikian para pejabat dan petugas yang bekerja atas nama negara memiliki penguasaan yang lebih luas atas berbagai sektor tanggung jawab yang ada di Pemprov DKI Jakarta. Ini organisasi pemerintahan, negara membutuhkan aparat yang lebih menguasai pekerjaan,” ujar Anies di Balai Kota, Kamis (5/7/2018).

Pemilihan 20 pejabat eselon yang dilantik disebut Anies, telah melewati proses seleksi yang panjang. Panitia Seleksi Rotasi dan Mutasi telah menetapkan pejabat-pejabat yang perlu mendapatkan pengalaman baru, rotasi, mutasi, termasuk yang purna tugas atau pensiun. “Kita jaga proses dengan benar. Pengelolaan ini kita lakukan dengan menyesuaikan kepada prosedur peraturan perundangan pemerintah,” terangnya.

Adapun pejabat yang dilantik hari ini adalah Kepala Dinas Bina Marga DKI Yusmada Faizal dilantik sebagai Asisten Pembangunan dan Lingkungan Hidup, Kepala Badan Pajak dan Retribusi Daerah (BPRD) DKI Edi Sumantri dilantik menjadi Kepala Badan Pengelola Keuangan Daerah (BPKD) DKI menggantikan Michael Rolandi yang dilantik menjadi Inspektur Provinsi DKI.

Sedangkan posisi Kepala BPRD DKI diserahkan kepada Faisal Syafruddin yang dulunya menjabat sebagai Wakil Kepala BPRD DKI. Lalu, Kepala Badan Perencanaan dan Pembangunan Daerah (Bappeda) DKI, Tuty Kusumawati dilantik sebagai Kepala Dinas Pemberdayaan Perlindungan Anak dan Pengendalian Penduduk DKI menggantikan Dien Emmawati yang memasuki masa pensiun.

Kepala Dinas Komunikasi, Informatika dan Kehumasan, Dien Ekowati dilantik menjadi Direktur Utama RSUD Tarakan. Selanjutnya, Kepala Biro Organisasi Reformasi Birokrasi DKI, Dhany Sukma dilantik menjadi Kepala Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil menggantikan Edison Sianturi yang pensiun.

Selanjutnya, Bupati Kepulauan Seribu, Irmansyah dilantik menjadi Kepala Dinas Sosial DKI menggantikan Masrokhan. Lalu, Wakil Wali Kota Jakarta Pusat Bayu Meghantara dilantik menjadi Wali Kota Jakarta Pusat menggantikan Mangara Pardede yang pensiun. Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD) DKI, Syamsuddin Lologau dilantik menjadi Wali Kota Jakarta Utara. Ia menggantikan Husen Murad yang dilantik menjadi Bupati Kepulauan Seribu.

Sosok yang di era Gubernur DKI, Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) menjadi Wali Kota Jakarta Utara, Rustam Effendi, dilantik menjadi Wali Kota Jakarta Barat menggantikan Effendi Anas. Sebelumnya, Rustam adalah staf ahli Gubernur Anies. Asisten Deputi Gubernur Bidang Pariwisata DKI Jakarta Marullah Matali dilantik menjadi Wali Kota Jakarta Selatan menggantikan Tri Kurniadi. Dan Wakil Wali Kota Jakarta Timur M Anwar akan dilantik menjadi Wali Kota Jakarta Timur.

Baca Juga
Lihat juga...