Galang Belajar Menggali Potensi Pemuda Desa

Editor: Mahadeva WS

241

LAMPUNG – Kegiatan Galakkan Lampung Belajar (Galang Belajar) terus melakukan inovasi untuk memberdayakan masyarakat khususnya pemuda di pedesaan. Salah satu yang dilakukan adalah, upaya pengembangan Usaha Kecil Menengah (UKM) dengan berbagai bidang kegiatan.

Sugeng Hariyono, penggagas kampung literasi Desa Pasuruan, Kecamatan Penengahan menyebut, implementasi program Galang Belajar diantaranya pengembangan beberapa jenis usaha di Desa Pasuruan seperti pembuatan Krakatau Coffee dan budidaya jamur tiram.

Program terbaru yang dilakukan adalah, pelatihan las listrik. Kegiatan dilakukan bersama dengan Unit Pelaksana Tekhnis Daerah Balai Latihan Kerja (UPTD BLK) Kalianda, Disnakertrans Provinsi Lampung. Penyelenggaraan dilakukan di balai Desa Pasuruan dengan instruktur langsung dari UPTD BLK Kalianda. Kegiatan yang dilakukan pembuatan teralis besi dan kolam bioflok.

Program diberikan kepada 16 pemuda desa dari sejumlah dusun. Prioritas pelatihan diberikan kepada pemuda putus sekolah dan pengangguran. Program pelatihan dilakikan untuk membentuk lapangan kerja UKM berbasis las listrik. “Galang Belajar selalu melakukan inovasi dalam menciptakan potensi lapangan pekerjaan berbasis kemasyarakatan sehingga menghindari urbanisasi pemuda desa ke kota,” terang Sugeng Hariyono saat ditemui Cendana News, Selasa (24/7/2018).

Pelatihan las listrik berpotensi dilakukan di kampung literasi karena terbukanya peluang sebagai tenaga ahli pengelesan (welder). Sejumlah perusahaan di Lampung Selatan membutuhkan tenaga kerja bidang pengelasan, diantaranya pengedokan kapal dan perusahaan pipa besi.

Potensi menciptakan lapangan kerja juga terbuka lebar dengan membuka jasa pengelasan pembuatan berbagai keperluan rumah tangga. Galang Belajar memastikan, para peserta pelatihan bisa mandiri untuk menciptakan lapangan usaha sendiri. Berbekal keahlian las, para peserta juga akan diarahkan untuk pembuatan kolam bundar berbahan besi dan terpal. Program berkesinambungan tersebut dilakukan untuk menciptakan usaha sektor perikanan dengan budidaya ikan air tawar sistem bioflok.

“Muara akhir dari sejumlah kegiatan galang belajar diantaranya membentuk pemuda yang kreatif dan bisa menciptakan lapangan kerja bagi diri sendiri dan orang lain,” papar Sugeng Hariyono.

Tongku Marpaung, instruktur pelatihan las listrik dari UPTD BLK Kalianda Disnaskertrans Provinsi Lampung menyebut, ada enam paket pelatihan las listrik di 2018. Pelatihan dilakukan di Kecamatan Palas dan Penengahan untuk warga dari empat desa. Serta dua paket pelatihan yang dilakukan di kantor BLK. Program pelatihan dari Kementerian Tenaga Kerja RI tersebut menjadi bagian dari program Motor Training Unit (MTU) ke sejumlah desa.

Pada pelatihan di kampung literasi Desa Pasuruan, dilakukan pembuatan teralis jendela 17 unit dan 14 pintu. Melalui kegiatan tersebut para peserta akan diberi pembengkalan keahlian termasuk mendapatkan sertifikat setelah melakukan pelatihan selama 160 jam.

Setelah mengikuti pelatihan, para peserta juga berpotensi akan membuat usaha sendiri sebagai lapangan kerja di pedesaan. “Melalui proses pelatihan diharapkan bisa menjadi bekal bagi pemuda untuk bekerja bahkan menciptakan lapangan pekerjaan,” beber Tongku Marpaung.

Suyono, salah satu peserta pelatihan menyebut, pelatihan las listrik menjadi peluang usaha bagi Dirinya. Dengan bekal keahlian tersebut, Suyono yakin mampu memenuhi permintaan pembuatan pagar, teralis dan kolam bundar. Keahlian las listrik akan menjadi sumber lapangan pekerjaan, sehingga Dia dan para pemuda desa tidak menganggur lagi.

Baca Juga
Lihat juga...