Gandeng PPATK, BNN Telusuri Aliran TPPU Narkoba

Editor: Mahadeva WS

228
Direktur TPPU BNN, Brigjen Pol. Bahagia Dachi Memberikan Keterangan kepada Wartawan di Gedung BNN Jakarta – Foto M Hajoran Pulungan

JAKARTA – Badan Narkotika Nasional (BNN) menggandeng Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK), menelusuri aliran dana Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU) ke sejumlah perusahaan. BNN menduga, ada aliran uang hasil kejahatan narkoba yang mengalir ke sejumlah perusahaan.

“Kita akan terus menyelidiki adanya aliran dana yang mengalir ke perusahaan yang diduga hasil dari tindak pidana kejahatan narkoba. Tentu ini akan kita tindaklanjuti,” kata Direktur TPPU BNN, Bahagia Dachi di Gedung BNN Jakarta, Selasa (17/7/2018).

Bahagia Dachi mengatakan, BNN menelusuri TPPU dari setiap sindikat penjualan narkoba. Terutama bandar yang kini mendekam di tahanan dan diduga kuat menjalankan bisnisnya dari dalam jeruji penjara. “Kami sudah melakukan penyelidikan kepada para bandar yang sudah divonis dan berada di dalam lembaga pemasyarakatan yang selama ini kami sinyalir bermain lagi karena ada uang,” ungkapnya.

Sebelumnya, BNN mengamankan seseorang berinisial IN alias Intan yang merupakan pemilik rekening PT Surya Subur Jaya dan PT Nusa Primula Maju Jaya. IN diduga menampung aliran dana dari bandar narkoba Irawan melalui kedua perusahaan tersebut. Intan merupakan mantan TKI yang bekerja di Malaysia.

“Kasus IN mungkin satu dari sekian banyak kasus yang ada, dan hari ini kita mengamankan IN setelah kami tracking ternyata itu adalah hasil dari kejahatan daripada penjualan narkoba,” jelasnya.

Irawan alias Dagot melakukan penjualan narkoba dari balik Rutan Kelas IIA Pontianak pada 27 Agustus 2017. Irawan terlibat pengedaran 10,39 kilogram sabu. Dari semua itu, total nilai aset yang telah disita sebesar Rp3.939.000.000.

Lihat juga...

Komentar Anda

Alamat email anda tidak akan disiarkan.