Gelombang Tinggi Empat Meter akan Terjadi di Bali Selatan

Editor: Satmoko Budi Santoso

249

BADUNG – BBMKG Wilayah III Denpasar, memprediksi gelombang air laut diperkirakan hingga seminggu ke depan masih tinggi.

Gelombang tinggi ini masih dipengaruhi oleh swell atau alun yang terjadi di barat Australia. Karena kalau berdasarkan data angin, saat ini kondisinya masih normal. Menurut data terakhir dari BMKG yang berkantor di Jalan Raya Tuban ini, kecepatannya mencapai 35 km per jam.

“Gelombang alun yang berpusat di barat Australia ini menjalar hingga ke perairan selatan Indonesia termasuk selatan Bali. Jadi, yang perlu diwaspadai gelombang besar hingga seminggu ke depan adalah perairan selatan Bali seperti Pantai Kuta, Sanur, Pandawa, Pecatu, Uluwatu dan pesisir selatan lainya,” ucap Hilma Nurul, prakirawan BMKG Wilayah III Denpasar saat ditemui, Senin (30/7/2018).

Hilma Nurul, prakirawan BMKG Wilayah III Denpasar.-Foto: Sultan Anshori.

Bahkan, dari hasil analisa BMKG yang terbaru, memperkirakan dua hari ke depan tinggi gelombang di perairan selatan Bali setinggi 4 meter. Sementara untuk angin, lanjutnya, untuk dua hari ke depan masih kategori normal.

Tingginya gelombang air laut tersebut tergolong ekstrem, karena menurut BMKG, jika gelombang tingginya lebih dari 2 meter dikategorikan ekstrem. Namun demikian ketinggian gelombang ini kata dia tak terjadi sepanjang hari. Kejadian tinggi gelombang dalam sehari ada saatnya tinggi dan meremdah.

“Untuk itu kami tetap mengimbau masyarakat terutama para nelayan dan pengguna serta penyedia jasa transportasi laut yang hendak melaut untuk mewaspadai ketinggian gelombang ini. Terutama yang melakukan aktivitas di sekitar perairan selatan Bali,” tutur Hilma.

Saat ditanya mengenai telah dibukanya pelabuhan penyeberangan di beberapa tempat di Bali selatan seperti Sanur, Klungkung, dan Pelabuhan Padangbai Bali, Hilma mengaku, pihaknya tidak memiliki wewenang untuk itu. Artinya pihak BMKG hanya memberikan informasi mengenai cuaca kepada mereka.

“Karena mereka yang lebih paham, kira-kira jam berapa akan terjadi gelombang naik dan rendah. Kami hanya menyarankan agar mereka terus meng-update data perubahan kondisi yang kami keluarkan setiap terjadi perubahan,” pungkas Hilma.

Seperti yang diketahui, dalam waktu selama seminggu kemarin, perairan di selatan Bali cukup tinggi. Akibatnya, beberapa aktivitas laut seperti destinasi wisata, pelabuhan penyeberangan terpaksa dihentikan.

Baca Juga
Lihat juga...