Gelombang Tinggi, Pelabuhan Padangbai Kurangi Trip Penyeberangan

Editor: Satmoko Budi Santoso

260

KARANGASEM – Tingginya gelombang air laut di kawasan perairan selatan Bali diakibatkan oleh perambatan gelombang (swell wavepenyeberangan kapal di Pelabuhan Penyeberangan Padangbai Karangasem, Bali.

Pelabuhan yang menghubungkan pulau Bali menuju Mataram NTB tersebut, mulai melakukan pengurangan trip kapal.

“Hingga hari ini tidak terjadi penutupan pelabuhan, akan tetapi ada pengurangan trip tujuan kapal ke Pelabuhan Penyeberangan Lembar karena terjadi Ombak Pantai di Dermaga MB II Pelabuhan. Sementara, hanya Dermaga MB I yang masih bisa disandari kapal,” ucap I Wayan Rosta, Manajer Usaha PT. ASDP Indonesia Ferry (Persero) Padangbai, Bali.

Kata Rosta, berdasarkan catatan, pihaknya hanya memberangkatkan satu kapal Ferry dengan tujuan Pelabuhan Lembar NTB pada Hari Selasa (24/7/2018) mulai pukul 20.00 Wita hingga 08.00 Wita. Sedangkan hari ini, Rabu (25/7/2018) pada pukul 08.45 hingga sore pukul 18.15 wita. Total penyeberangan di hari normal 16 trip.

I Wayan Rosta, Manajer Usaha PT. ASDP Indonesia Ferry (Persero) Padangbai Bali.- Foto Sultan Anshori

Meski begitu, tidak terjadi kerusakan terhadap dermaga. Baik dermaga satu maupun di dermaga dua. Di dermaga, ombak tidak tinggi, akan tetapi arus yang terjadi di sekitar dermaga sangat kuat sehingga menyulitkan untuk kapal bisa merapat.

“Kapal dengan tujuan Nusa Penida, kami hanya bisa memberangkatkan satu trip kapal. Normalnya empat trip di hari biasa,” imbuh Rosta.

Untuk kapal yang belum bisa berangkat saat ini, posisinya berada anchor di Labuhan Amuk Karangasem. Memang sampai saat ini cuaca belum stabil. Akibat berkurangnya trip kapal tersebut terjadi penumpukan kendaraan yang didominasi kendaraan truk.

Bahkan di parkiran pelabuhan yang berada di ujung timur Pulau Bali tersebut dipenuhi dengan ratusan kendaraan roda empat. Tidak hanya itu,  penumpukan meluber hingga ke jalan menuju pelabuhan. Diperkirakan penumpukan kendaraan tersebut terjadi hingga radius satu kilometer dari pintu masuk pelabuhan.

“Ada sekitar 100-an kendaraan yang parkir di parkiran kawasan pelabuhan kami,” jelas Rosta.

Untuk itu, pihaknya mengimbau kepada masyarakat yang ingin menyeberang melalui Pelabuhan Penyeberangan Padangbai menuju Pelabuhan Penyeberangan Lembar NTB agar mencari hari dan jam yang baik. Biasanya, cuaca yang paling bagus adalah di pagi hari. Sementara untuk di siang hingga sore, cuaca kurang bersahabat.

“Kami juga berharap kepada pemerintah untuk membuatkan break water konvensional untuk menangkal tingginya terjangan ombak di pelabuhan. Memang ini fenomena tahunan yang sering muncul di bulan Juli hingga Agustus,” pangkas Rosta.

Seperti yang diberitakan sebelumnya, tingginya gelombang air laut tersebut terjadi akibat perambatan gelombang (swell wave), di sebelah barat Australia. Sedang terjadi tekanan angin yang cukup meningkat di pesisir barat Australia. Sehingga menyebabkan terjadinya gelombang tinggi yang penularannya sangat luas. Perambatan gelombang yang berada di barat Australia merambat menuju ke utara.

BMKG Wilayah III Denpasar, memprediksi tingginya gelombang tersebut masih akan terjadi hingga beberapa hari ke depan. Oleh sebab itu, masyarakat diminta untuk tidak melakukan aktivitas di laut karena ketinggian gelombang mencapai ketinggian 4-5 meter.

Baca Juga
Lihat juga...