Gelombang Tinggi Tak Pengaruhi Wisata Bahari di Lamsel

Redaktur: ME. Bijo Dirajo

211

LAMPUNG — Kondisi perairan Selat Sunda terutama di sejumlah pesisir pantai yang ada di Lampung Selatan terlihat dalam kondisi tak bersahabat. Stasiun Meteorologi Maritim Lampung dalam laman resminya memprakirakan kondisi cuaca berupa gelombang tinggi mencapai 3,5 meter di wilayah Perairan Barat Lampung dan Samudera Hindia Barat Lampung. Selain itu kecepatan angin berkisar 3-15 knots di wilayah Selat Sunda bagian Selatan dan perairan barat Lampung.

Kondisi perairan dengan gelombang yang cukup tidak bersahabat tersebut tidak menyurutkan niat sejumlah wisatawan mengunjungi destinasi wisata bahari. Sindy, asal Sidomulyo Lampung Selatan memilih wisata pantai untuk bersantai bersama keluarga.

Mencegah hal tidak terduga, ia memilih hanya bermain di area berpasir. Namun yang berani berenang memilih area pantai yang terlindung dari arus kencang dengan karang penghalang. 

“Kami hanya bermain di sekitar pantai dengan mempergunakan ban sebagai pelampung karena ombak sedang pasang demi menjaga keselamatan,” terang Sindy di pantai Canti kecamatan Rajabasa Lampung Selatan, Minggu (22/7/2018).

Selain Pantai Canti, Belebuk desa Totoharjo danSumber Muli juga menjadi pilihan pengunjung.

Anita, salah satu pengunjung di Sumber Muli menyebut saat kondisi gelombang tinggi sebagian pengunjung memilih untuk bermain di area berpasir.

“Kami sengaja tidak berenang karena ombak sedang tinggi sudah diperingatkan oleh penjaga di lokasi wisata ini,” terang Anita.

Usman, salah satu warga nelayan urung melaut dan memberi himbauan ke wisatawan agar tidak berenang menghindari gelombang tinggi pantai Sumber Muli [Foto: Henk Widi]
Lokasi yang menghadap langsung ke Selat Sunda bagian barat membuat gelombang cukup tinggi di wilayah tersebut. Sejumlah pengunjung yang biasanya bermain bahkan mengurungkan niatnya untuk mandi.

Usman, salah satu warga Sumber Muli yang kerap melaut bahkan mengaku mengurungkan niatnya untuk mencari ikan.

Saat perairan tenang ia bisa melakukan proses pemancingan ikan menggunakan rawe dasar. Saat hari libur ia bahkan menyewakan perahu untuk berkeliling di sekitar pantai kepada pengunjung.

“Saat gelombang tinggi sementara libur dulu melaut menghindari resiko perahu terbalik,” beber Usman.

Kepada pengunjung, Usman mengimbau agar tidak berenang. Pasalnya kondisi ombak sedang tidak bersahabat untuk aktivitas di pantai sehingga pengunjung dianjurkan menikmati suasana dari pinggir.

Di pantai Belebuk, akibat kondisi cuaca tak bersahabat didominasi gelombang tinggi dan angin kencang, sejumlah ojek perahu terpaksa berhenti.

Hendrik, salah satu anggota Kelompok Sadar Wisata Ragom Helau pengelola pantai Belebuk menyebut melarang ojek perahu membawa wisatawan ke pulau Sekepol dan Mengkudu dengan alasan keamanan. Meski demikian fasilitas keamanan berupa pelampung ring buoy, kano dan pelampung ban serta penjaga disiagakan di objek tersebut.

Baca Juga
Lihat juga...