Gubernur DKI Minta Warga Maklum Soal ‘Ganjil-Genap’

Editor: Koko Triarko

164
JAKARTA — Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI, bersama Polda Metro Jaya dan BPTJ, mulai menyosialisasikan uji coba perluasan ganjil genap, demi kelancaran iven Asian Games 2018. 
Gubernur DKI, Anies Baswedan, mengatakan, dengan kebijakan ini, tentu merepotkan masyarakat, khususnya di Jakarta. Namun, Anies menegaskan perluasan ganjil genap dilakukan untuk menyukseskan pelaksaanaan Asian Games 2018.
“Saya ingin garis bawahi pada semuanya, bahwa ini (ganjil genap) dilakukan dalam rangka menyukseskan Indonesia sebagai tuan rumah Asian Games,” kata Anies, di Jakarta Pusat, Senin (2/7/2018).
Dia meminta warga untuk memaklumi kerepotan perluasan ganjil-genap yang mulai diuji coba pada hari ini sejak pagi. Dia menilai, kerepotan ini tidak sebanding dengan nama harum yang bakal diperoleh DKI, bila sukses menggelar ajang pesta olah raga se-Asia itu.
“Memang ada kerepotan-kerepotan, namanya juga kita tuan rumah. Kalau jadi tuan rumah memang kalau kita mantu, ada kerja, ada exstra effort pasti ada kerepotan,” ujarnya.
Mantan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan ini, juga menjelaskan, dengan ganjil genap itu bisa membuat nyaman para peserta Asian Games, termasuk para tamu yang datang. Dia pun juga meminta masukan dari masyarakat.
“Karenanya, saya mengharap pengertian, permakluman sekaligus juga masukan. Jadi, kita sebagai tuan rumah tentu akan ada kerja ekstra, termasuk mengatur kendaraan bersama tetangga, bersama kolega. Mencari kendaraan umum itu bukan sesuatu yang sederhana, saya menyadari, tapi saya mohon pengertian dan permaklumannya,” ungkapnya.
Dengan ganjil genap ini, lanjutnya, Ibu Kota Jakarta bisa membuat para tamu atlet dari luar Indonesia yang datang merasakan Jakarta lebih baik
Selain itu, dia akan terus memantau perluasan ganjil genap. Orang nomor satu di DKI ini juga siap mendengar pengalaman masyarakat yang terdampak dari peluasan sistem ganjil genap, yang dimulai pukul 06.00 sampai 09.00 WIB pagi.
“Jadi, kita akan pantau tim kita semu-siap di lapangan melihat perkembangan uji coba ini, sekaligus juga bagi masyarakat yang terdampak kebijakan ganjil genap ini nanti kita akan dengar pengalaman dan aspirasinya,” kata Anies.
Anies mengatakan, masih belum mengetahui apakah perluasan ganjil genap ini akan berlanjut pasca-Asian Games atau tidak. Disampaikan Anies, saat ini Pemprov fokus untuk mengurai macet selama Asian Games.
“Jangan buru-buru dulu kita bicara perpanjangan perluasan, sekarang kita kerjakan Asian Games kita evaluasi nanti dari situ kita tentukan langkahnya,” katanya.
Sementara, Kasubdit Gakkum Ditlantas Polda Metro Jaya, AKBP Budiyanto, mengatakan, selama uji coba perluasan sistem ganjil genap diberlakukan, pihaknya belum melakukan penindakan terhadap para pelanggar.
“Jadi bertahap ,ya. Penindakan nanti dilakukan saat sudah resmi diberlakukan (perluasan ganjil genap),” ujarnya, saat dikonfirmasi wartawan.
Saat ini, pihaknya hanya menekankan pada kegiatan-kegiatan yang bersifat persuasif edukatif sebelum nanti melakukan penindakan.
“(Minggu) ini bagi-bagi flyer. Nanti minggu kedua peringatan. Lalu, minggu ketiga nanti yang tidak sesuai alihkan jalurnya,” bebernya.
Uji coba perluasan pembatasan kendaraan bermotor dengan sistem pelat nomor ganjil genap di Jakarta, dimulai hari ini hingga 31 Juli 2018, dan akan secara resmi diberlakukan pada 31 Agustus 2018.
Perluasan ganjil genap ini tidak berlaku untuk sejumlah kendaraan yang ditentukan.
Menurut Kepala Suku Dinas Perhubungan Jakarta Selatan Christianto, berikut jenis-jenis kendaraan yang tidak terdampak ganjil-genap:
  1. Kendaraan presiden RI, wakil presiden RI, dan pejabat lembaga tinggi negara (pelat RI beserta pengawal).
  2. Kendaraan dinas.
  3. Kendaraan atlet dan official yang bertanda khusus (stiker) Asian Games.
  4. Mobil pemadam kebakaran.
  5. Mobil ambulans.
  6. Angkutan umum (pelat kuning).
  7. Angkutan barang bahan bakar minyak dan gas.
Tak hanya itu, sistem ganjil-genap juga tidak berlaku untuk sepeda motor, namun dibatasi. Ada pun ruas jalan yang akan diberlakukan ganjil genap, yakni Jalan Medan Merdeka Barat, Jalan MH Thamrin, Jalan Jenderal Sudirman, Jalan Sisingamangaraja, Jalan Jenderal Gatot Subroto (simpang Kuningan–simpang Slipi), Jalan Letjen S Parman (simpang Slipi–simpang Tomang), Jalan MT Haryono (simpang UKI–simpang Pancoran–simpang Kuningan).
Selain itu, Jalan HR Rasuna Said, Jalan Jenderal DI Panjaitan (simpang Pemuda–simpang Kalimalang–simpang UKI), Jalan Jenderal Ahmad Yani (simpang Perintis–simpang Pemuda), Jalan Benyamin Sueb (simpang Benyamin Sueb–Kupingan Ancol).
Kebijakan itu juga berlaku di Jalan Metro Pondok Indah (simpang Kartini–Bundaran Metro Pondok Indah–simpang Pondok Indah–simpang Bungur–simpang Gandaria City–simpang Kebayoran Lama), dan Jalan RA Kartini.
Baca Juga
Jakarta Mampu Jadi Ikon Destinasi Halal JAKARTA - Direktur Lembaga Pengkajian Pangan, Obat-obatan dan Kosmetik, Majelis Ulama Indonesia (LPPOM MUI) DKI Jakarta, Osmena Gunawan, mengungkapkan...
Pemprov DKI Persiapkan Fasilitas Bermain di Monas JAKARTA --- Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan, telah menginstruksikan kepada jajarannya untuk menyediakan beragam fasilitas bermain bagi anak-anak ...
Satgas Nusantara, Polda Metro Jaya Siap Amankan Pe... JAKARTA - Kapolda Metro Jaya, Irjen Pol Irjen Idham Azis, menegaskan, siap mengamankan Pemilihan Umum (Pemilu) 2019 mendatang. "Kalau persiapan kit...
KRL Tanah Abang Kembali Beroperasi Normal Setelah ... JAKARTA --- Gangguan teknis pada listrik aliran atas (LAA) di Stasiun kereta api Tanah Abang, Jakarta yang sebelumnya terjadi, pada Minggu sore sudah ...
Gubernur DKI Sayangkan Ditolaknya PMD PD PAM Jaya JAKARTA - Gubernur DKI, Anies Baswedan, menyayangkan keputusan anggota Badan Anggaran (Banggar) Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) DKI Jakarta yang...
Belum Bayar BPJS, Anies Jamin Layanan tak Tergangg... JAKARTA - Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan, mengatakan pihaknya menjamin pelayanan kesehatan di delapan RSUD DKI tidak akan terganggu karena belum...
Anies Geram, tak Ada Petugas Berjaga di Stasiun Pa... JAKARTA - Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan, geram kepada petugas Dinas Perhubungan (Dishub) yang tidak berjaga di Stasiun Palmerah, Slipi, Jakarta...