Gubernur DKI: Penataan PKL, Sesuai Target

Editor: Koko Triarko

200
JAKARTA – Gubernur DKI, Anies Baswedan, mengatakan, penataan pedagang kaki lima (PKL) akan rampung pada 22 Juli 2018, seperti yang ditargetkan, guna mendukung kelancaran penyelenggaraan Asian Games 2018. 
“Semua penataan sekarang sedang berjalan, jadi ini di bawah koordinasi sekarang. Kita sesuai dengan jadwal nanti, rute Sudirman sudah akan lurus rata, rapi per 23 Juli,” ucap Anies di Jakarta Industrial Estate Pulogadung (JIEP) Pulogadung, Jakarta Timur, Senin (9/7/2018).
Anies juga mengatakan, pengelolaan PKL langsung berada di bawah pimpinan Asisten Bagian Pembangunan dan Lingkungan Hidup yang akan mengelola secara lintas sektor.
“Dan, Anda sudah lihat sebagian dari jalan-jalan itu sekarang sudah rata dan lurus, nanti rapinya kita tuntaskan di akhir Juli ini,” kata Anies.
Anies menyatakan, saat ini Pemprov DKI memang sedang masuk pada fase akhir penataan kawasan tersebut, untuk menyambut Asian Games yang akan digelar pada 8 Agustus 2018.
Target utama pengelolaan kawasan ini adalah sekitar Senayan yang menjadi tempat utama perhelatan tersebut, sudah rapi sebelum perhelatan dimulai.
“Semuanya ditata dan kita termasuk di lingkungan sekitar wisma atlet. Jangan karena kita tidak berada di sekitar wisma atlet kita tidak memperhatikan,” kata Anies.
Meskipun penumpukan massa diperkirakan berada di kawasan Sudirman-Thamrin, kata Anies, tetapi kegiatan atlet dan pelaksana acara akan lebih banyak di kawasan Senayan.
“Insyallah sebulan sebelum Asian Games, kawasan sekitar Senayan sudah akan siap dan rapi,” tuturnya.
Selain menata PKL, Pemprov DKI juga memberlakukan kebijakan perluasan ganjil genap selama Asian Games untuk mengurai kemacetan. Perluasan tersebut, salah satunya di kawasan Arteri Pondok Indah.
Uji coba perluasan ganjil genap juga telah dilakukan sejak 3 Juli lalu sampai 31 Juli mendatang. Namun, Anies menyatakan belum berencana memberlakukan kebijakan tersebut secara permanen setelah Asian Games.
Sebelumnya, Wakil Gubernur DKI, Sandiaga Uno, menyebut, ada beberapa pengusaha properti di daerah tersebut yang sudah menawarkan lahan untuk diberikan kepada PKL.
“Kami gerak cepat, dan sudah ada beberapa pengusaha properti yang tawarkan lahannya biar bisa ditempati sementara,” kata Sandi di kawasan Tanah Abang, Jakarta, Sabtu (3/2).
Sandi tak mau menyalahkan para PKL di trotoar yang sebenarnya diperuntukkan bagi para pejalan kaki. Kata Sandi, para pedagang tersebut berjualan di trotoar, karena lahan yang mereka gunakan sebelumnya, yaitu di Pasar Bendungan Hilir sedang direnovasi.
Lebih lanjut, Sandiaga mengatakan, keberadaan pedagang tersebut dibutuhkan warga. Dirinya menjamin, para PKL tersebut akan mendapatkan lokasi berjualan yang layak.
“Ini prinsipnya sementara. Begitu nanti pasarnya jadi, mereka akan ke pasar lagi. Dan, mereka menjual produk-produk yang banyak diperlukan masyarakat juga,” jelasnya.
Sedangkan, Kepala Dinas Koperasi dan UMKM DKI, Irwandi, menyebut telah menyiapkan tiga lokasi yang khusus diperuntukkan bagi PKL jalan Sudirman. Lokasi tersebut berada di kawasan Sudirman dan bisa menampung sekitar 150 PKL.
“Tempat ada di sekitar Sudirman di belakang, di dekat Benhil (Bendungan Hilir). Dan ada juga di belakang di dekat Penjernihan. Benhil itu kita sudah siapkan ada dua titik,” kata dia.
Irwandi telah berkoordinasi dengan camat dan lurah setempat, dan telah siap untuk merelokasi PKL ke lokasi tersebut.
“Segera direlokasi, karena kemarin kita baru melakukan penataan, penertiban Sudirman. Karena mereka masuk Sudirman kan mereka tidak boleh. Jadi, itu jalur khususnya, itu tempat-tempat yang memang steril,” jelasnya.
Kata Irwandi, untuk sementara bila ada PKL yang belum tertampung, solusinya akan dicarikan lokasi saat car free day (CFD) Thamrin yang digelar setiap hari Minggu.
Lihat juga...

Isi komentar yuk