Gunung Agung Erupsi, BPBD Klungkung Siapkan Posko Pengungsian

Editor: Makmun Hidayat

198

KLUNGKUNG — Gunung Agung kembali erupsi cukup dahsyat pada Senin malam, 2 Juli 2018 pukul 21.04 WITA. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) setempat, mulai menyiapkan posko pengungsian di Kabupaten Klungkung.

Dari pantauan Cendana News, posko pengungsian masih nampak sepi, dan belum terjadi mobilisasi warga yang datang untuk mengungsi. Hal tersebut dibenarkan oleh Kepala BPBD Kabupaten Klungkung, Made Widi.

“Hingga dini hari ini belum ada pengungsi yang datang, tapi kami sudah siap untuk menampung masyarakat yang datang,” ujar Made Widi, Selasa (3/7/2018).

Widi mengatakan, persiapan tersebut berupa menyiapkan fasilitas pendukung di posko utama di GOR Swecapura yang bisa menampung satidaknya 3000 ribu warga dengan alas untuk tidur, perbaikan instalasi listrik serta pendukung lain. Termasuk sudah menyiapkan sumur bor yang bisa digunakan oleh warga.

Selain itu, pihaknya juga sudah menyiapkan 25 ribu masker yang bisa digunakan jika sewaktu-waktu terjadi hujan abu di sekitar posko pengungsian.

“Masker itu kami sudah sediakan termasuk masker bantuan dari Provinsi Bali,” imbuhnya.

Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Klungkung, Made Widi (tengah) saat menyiapkan fasilitas di posko utama di GOR Swecapura Kabupaten Klungkung, Selasa (3/7/2018) dini hari – Foto Sultan Anshori

Menurutnya, ada beberapa desa di Kabupaten Klungkung masuk dalam zona kuning, artinya masuk dalam zona yang berbahaya jika sewaktu-waktu terjadi erupsi yang lebih besar. Dari data BPBD setempat, desa tersebut antara lain seperti Desa Selat, Tangkas Kamasan, Kusamba dan beberapa desa lain di Kabupaten Klungkung.

“Oleh sebab itu, kami mengimbau kepada masyarakat untuk tetap tenang dan selalu waspada,” sebutnya.

Selain menyiapkan posko pengungsian utama GOR Swecapura, Pemerintah Kabupaten Klungkung juga menyiapkan Balai Budaya dan beberapa fasilitas pengungsian lain.

Seperti diketahui sebelumnya, Gunung Agung kembali erupsi pada Senin (2/7/2018) pukul 21.04 WITA. Erupsi kali ini terjadi secara strombolian dengan suara dentuman disertai lontaran lava pijar teramati keluar kawah mencapai jarak 2 km.

Sementara tinggi kolom abu teramati ± 2.000 m di atas puncak (± 5.142 m di atas permukaan laut). Kolom abu teramati berwarna kelabu dengan intensitas tebal condong ke arah barat. Erupsi ini terekam di seismogram dengan amplitudo maksimum 24 mm dan durasi ± 7 menit 21 detik. Saat ini Gunung Agung berada pada status level III (siaga).

Baca Juga
Lihat juga...