Hadapi FLS2N, SMKN 2 Andalkan Tari Tradisional Tupping

Editor: Mahadeva WS

451

LAMPUNG – Belasan siswa Sekolah Menengah Kejuruan (SMKN) 2 Kalianda Lampung Selatan giat berlatih tari tradisional tupping. Latihan tari dilakukan sebagai persiapan menghadapi ajang Festival dan Lomba Seni Siswa Nasional (FLS2N) tingkat SMA-SMK se-Provinsi Lampung pada 10-13 Juli.

Guru pembimbing Seni dan Budaya SMKN 2 Kalianda Vivi Martaliya menyebut, SMKN 2 Kalianda dintunjuk menjadi perwakilan Lampung Selatan, setelah berhasil menyisihkan sejumlah SMA dan SMK. FLS2N Lampung akan menggelar sembilan macam lomba, yaitu tari tradisional, teater, musik daerah, vocal grup, menyanyi solo, gitar klasik, film pendek, cipta dan baca puisi, tulis dan baca cerpen.

Vivi Martaliya,guru pembimbing bidang studi Seni dan Budaya SMKN 2 Kalianda [Foto: Henk Widi]
“Kita sudah menyiapkan tarian tradisional sebagai upaya melestarikan kesenian daerah sekaligus untuk persiapan FLS2N di tingkat Provinsi Lampung pada pekan kedua bulan Juli ini,” terang Vivi Martaliya saat dikonfirmasi Cendana News, Kamis (5/7/2018).

SMKN 2 Kalianda memilih Tari Tupping sebagai materi yang akan dibawakan. Tari Tupping merupakan tari menggunakan topeng dengan berbagai ekspresi wajah yang berbeda-beda. Topeng yang terbuat dari kayu tersebut diantaranya menggambarkan cerita yang diangkat dari perjuangan prajurit pahlawan nasional Radin Inten II (1834-1856) saat melawan Belanda di Lampung Selatan.

Tari Tupping menjadi cara untuk mengenang perjuangan pahlawan asal Lampung tersebut. Oleh karenanya, Tari Tupping harus terus dilestarikan dengan cara memperkenalkan tari tradisional kepada siswa.

Siswa SMKN 2 Kalianda beberapa kali menampilkan Tari Tupping untuk sejumlah kegiatan seperti, ulang tahun Kabupaten Lampung Selatan dan Festival Krakatau. Latihan pada Kamis (5/7/2018) merupakan latihan untuk menghadapi FLS2N se-Provinsi Lampung.

Siswa yang dilibatkan merupakan siswa dari kelas X hingga kelas XII.  Keberadaan film pendek mengenai Tari Tupping dengan mengangkat tema memajukan pendidikan.  “Kita lakukan pengambilan gambar di sejumlah lokasi menggambarkan kesenian Tari Tupping di objek wisata air terjun Cugung dan Menara Siger,” beber Vivi Martaliya.

Novan (17), salah satu siswa kelas XII yang mennjadi pemain musik gamolan menyebut, musik dimainkan untuk mengiringi Tari Tupping di film pendek. Tari Tupping disebutnya, sudah jarang dimainkan dan tidak dikenal oleh generasi muda. Keberadaan film pendek yang diproduksi, diharapkan membantu proses pengenalan kesenian tersebut kepada generasi muda. “Film pendek yang dibuat menggambarkan peran teknologi dalam memajukan pendidikan termasuk melestarikan seni tradisional,” papar Novan.

Di SMKN 2 Kalianda, para siswanya banyak yang ikut kegiatan menari. Beberapa tari kreasi baru dikuasai siswa seperti, muli bukipas dan tari bedana. Prestasi siswa SMKN 2 Kalianda dalam berkesenian salah satunya pemecahan rekor MURI dalam Tari Rudat Bedana massal pada Festival Kalianda bulan Mei silam.

Lihat juga...

Komentar Anda

Alamat email anda tidak akan disiarkan.