Harga Ayam Potong Tinggi, Kini Berangsur Turun

Editor: Satmoko Budi Santoso

184
Salah seorang pedagang ayam potong di pasar Giwangan Yogyakarta, Eni - Foto Jatmika H Kusmargana

YOGYAKARTA – Harga komoditas ayam potong di sejumlah pasar tradisional kota Yogyakarta diketahui mulai berangsur turun, setelah sempat melambung tinggi hingga mencapai Rp50 ribu-Rp55 ribu per kilogram, pada Rabu (25/7/2018) hari ini.

Berdasarkan pantauan di sejumlah pasar tradisional kota Yogyakarta, harga komoditas ayam potong saat ini berada di kisaran Rp43 ribu-Rp45 ribu per kilogramnya. Keberadaan ayam potong juga mulai mudah ditemukan setelah sebelumnya sempat langka pada Selasa kemarin.

Salah seorang pedagang ayam potong di pasar tradisional Giwangan Yogyakarta, Eni, mengakui sempat langkanya komoditas ayam potong pada hari Selasa (24/07/2018) kemarin. Hal itu mengakibatkan harga jual ayam ikut melambung tinggi hingga mencapai Rp55 ribu per kilogram.

“Selasa kemarin memang sempat langka. Barang sulit didapat. Tapi sekarang sudah normal kembali. Harga juga sudah turun jadi Rp43 ribu per kilo. Kalau kemarin kan sampai ada yang jual Rp55 ribu per kilo karena barang memang tidak ada,” katanya, Rabu.

Eni menyebut, langkanya ayam potong pada Selasa kemarin disebabkan karena banyak pedagang termasuk pengusaha penyembelihan ayam menahan dagangan mereka. Mereka memilih tidak menjual ayam kepada pedagang eceran di pasar karena sebagai bentuk dukungan aksi demonstrasi para pedagang ayam di Magelang.

“Kemarin kan memang ada aksi demonstrasi oleh pedagang ayam di Magelang. Pedagang di Jogja memang tidak ikut demo. Tapi dilarang jual barang. Sehingga pasokan ayam terhenti dan akhirnya jadi langka,” katanya.

Lebih lanjut Eni menuturkan, tidak mengetahui secara pasti penyebab terus melonjaknya harga komoditas ayam potong sejak beberapa waktu belakangan ini. Terlebih lonjakan harga itu terjadi di luar bulan Ramadan atau menjelang hari raya Idul Fitri.

“Memang baru kali ini harga ayam melonjak tinggi di luar bulan Ramadan atau menjelang Lebaran. Biasanya setelah Lebaran harga ayam berangsur turun. Tapi ini justru semakin naik dan tinggi,” katanya.

Melambungnya harga jual ayam potong sejak beberapa hari terakhir, dikatakan Eni, juga turut mempengaruhi tingkat penjualan. Meski tak signifikan namun terjadi penurunan jumlah dagangan daging ayan yang terjual.

“Ya, memang ada sedikit penurunan, tapi untuk pelanggan seperti penjual warung makan, mau tidak mau kan harus tetap beli. Walaupun nanti porsinya dikurangi atau harganya dinaikkan,” ucapnya.

Lihat juga...

Komentar Anda

Alamat email anda tidak akan disiarkan.