Harga Ikan Tawar-Laut di Banjarmasin, Naik

Editor: Koko Triarko

261
BANJARMASIN – Curah hujan tinggi di Banua, membuat harga ikan air tawar dan air laut, kompak mengalami kenaikan di pasaran.
Dari pantauan di salah satu Pasar Tradisional di Kota Banjarmasin, yakni Pasar Lama, harga ikan air tawar dan air laut mengalami kenaikan Rp10.000 – Rp15.000 per kilogramnya, sepekan terakhir ini.
“Ikan air tawar seperti Haruan kini dibandrol Rp50.000-60.000 per kilo, tergantung ukuran. Padahal, sebelumnya hanya Rp45.000-50.000 per kilo,” jelas Hj Maimunah, salah satu pedagang ikan Air Tawar, Senin (9/7/2018).
Kemudian, jenis Ikan Papuyu dibandrol Rp150.000 per kilogram, dari sebelumnya Rp135.000. Sementara untuk jenis Ikan Kapar, jika sebelumnya Rp50.000, kini menjadi Rp60.000 per kilogram.
“Karena curah hujan tinggi sepekan terakhir, membuat nelayan sulit mendapatkan ikan. Akibatnya stoknya pun mengalami penurunan dan membuat harganya naik di pasaran,” ungkapnya.
Sementara untuk jenis ikan air laut, dari pantauan di Pasar Sentral Antasari Banjarmasin, juga ikut mengalami kenaikan harga sejak tiga hari terakhir. Jenis ikan air laut yang sering dibeli oleh masyarakat, yakni jenis Ikan Peda, kini dibandrol Rp50.000, dari sebelumnya Rp35.000 per kilogram.
“Kemudian untuk jenis Ikan Tongkol, sebelumnya dijual Rp35.000, kini menjadi Rp50.000 per kilonya. Sementara untuk Ikan Badang kini menjadi Rp35.000, dari sebelumnya Rp25.000 per kilonya,” tambah Afdi Rahman, salah satu pedagang Ikan Air Laut.
Terkait minat masyarakat untuk membeli ikan setelah berakhirnya momen Lebaran, memang menurutnya cenderung mengalami penurunan hingga 30 persen. Apalagi, masyarakat lebih banyak membeli komoditas telur dan ayam potong dibanding ikan untuk iven perkawinan.
“Sepi yang beli ikan setelah berakhirnya momen Lebaran. Kalau pun ada yang beli adalah pelaku usaha kuliner,” tukasnya.
Baca Juga
Lihat juga...