Harga Pakan Naik, Peternak Olah Pakan Mandiri

Editor: Mahadeva WS

207

LAMPUNG – Harga pakan ternak di Lampung Selatan dirasakan para peternak terus meningkat. Jenis pakan yang mengalami kenaikan diantaranya jenis pakan ikan lele, nila, udang serta jenis pakan unggas ayam, bebek.

Sumino (40), salah satu pedagang pakan ternak di Pasar Pematang Pasir, Kecamatan Ketapang, Lampung Selatan menyebut, harga pakan naik sejak dari distributor. Kenaikan harga berkisar antara Rp300 hingga Rp500 perkilogram. Kenaikan terjadi di hampir semua jenis pakan ternak.

Pakan ayam pedaging (broiler) dan ayam petelur (layer) mengalami kenaikan sejak dua bulan silam. Jenis pakan konsentrat pabrikan dengan energi jagung, dedak padi dan campuran lain yang semula dijual eceran Rp7.800 perkilogram saat ini menjadi Rp8.000 perkilogram.

Sementara jenis pakan ayam layer, mencapai Rp8.500 perkilogram, dari semula hanya Rp8.000 perkilogram. “Harga sudah naik dari distributor yang kerap kami beli dalam jumlah banyak. Setiap satu bulan kita beli satu ton,” terang Sumino kepada Cendana News, Selasa (17/7/2018).

Kenaikan pakan ternak tersebut berimbas pada kenaikan harga telur di pasaran. Dipastikan kenaikan masih berpotensi terjadi hingga dua pekan ke depan. Sebagian bahan baku pakan ternak masih harus didatangkan dari luar negeri, sehingga harganya terpengaruh pelemahan nilai tukar rupiah terhadap dolar AS.

Selain pakan ayam petelur dan pedaging, konsentrat untuk ternak bebek juga mengalani kenaikan harga, dari semula Rp7.500 perkilogram menjadi Rp7.800 perkilogram. Pakan ternak penghobi burung kicau berupa biji-bijian kemasan jenis premium semula Rp9.000 kini naik menjadi Rp10.000.

Sakah satu peternak Ngadimun (60) menyebut, tetap membeli pakan konsentrat pabrikan. Harga yang terus naik disiasati dengan melakukan pencampuran pakan. Pakan yang dicampurkan diantaranya konsentrat, jagung, dedak padi, keong mas ditambah bungkil kelapa. Komposisi yang diberikan ditakar untuk memberikan ketersediaan nutrisi bagi ternak.

Ternak ayam kampung diberi asupan pakan lebih sedikit karena dipelihara dengan diliarkan. Sementara jenis ternak bebek diberi tambahan pakan pabrikan, buatan bahkan sebagian diberi tambahan pakan keong mas dari sawah. Pakan yang terhambat bisa berimbas produksi telur yang menurun dan mengurangi daya tahan ternak. “Saya kerap membeli bungkil kedelai dari perajin tempe dan tahu untuk tambahan pakan, harganya lebih murah,” ungkap Ngadimun.

Peternak warga Penengahan Suyatinah (63) menyebut, kenaikan harga pakan membuatnya memilih mengurangi pembelian pakan pabrikan. Kenaikan Rp200 perkilogram, sangat berdampak karena Dia sering membeli pakan hingga puluhan kilogram setiap minggunya.

Lihat juga...

Komentar Anda

Alamat email anda tidak akan disiarkan.