Harga Telur Ayam Mahal, Warga Penengahan Pelihara Bebek

Editor: Satmoko Budi Santoso

298

LAMPUNG – Kenaikan harga telur ayam kampung di sejumlah pasar tradisional hingga mencapai Rp28.000 perkilogram ikut berdampak bagi para ibu rumah tangga. Pasalnya pemenuhan kebutuhan lauk tersebut terus mengalami kenaikan harga semenjak dua bulan terakhir.

Sebagai upaya memenuhi kebutuhan telur secara mandiri tanpa membeli, IRT di Penengahan memelihara bebek. Suyatinah (63) warga desa Pasuruan kecamatan Penengahan menyebut memelihara bebek untuk memenuhi kebutuhan akan telur saat harga telur ayam naik.

Suyatinah mengaku, memelihara sebanyak 30 ekor bebek petelur semenjak delapan bulan sebelumnya. Ia menyebut, membeli sebanyak 30 ekor bebek seharga Rp450.000 atau seharga Rp15.000 per ekor dalam usia lima belas hari setelah penetasan.

Pemberian pakan bebek memanfaatkan bekatul limbah hasil pengolahan padi setelah digiling [Foto: Henk Widi]
Pilihan memelihara bebek disebutnya sangat tepat karena sudah bisa bertelur saat usia enam bulan dan ketika mulai bertelur ia mengaku harga telur ayam naik di pasaran.

“Awalnya memang memelihara bebek bukan karena tahu harga telur ayam akan naik, tapi karena sebagai petani kala itu masih musim hama keong mas yang bisa dijadikan pakan bebek,” terang Suyatinah, salah satu warga peternak bebek saat ditemui Cendana News, Sabtu (14/7/2018).

Suyatinah menyebut, memelihara bebek dilakukan olehnya bersama dengan ayam kampung dan mentok berjumlah puluhan ekor. Pasokan pakan alam melimpah dari keong sungai, keong mas serta limbah pertanian jerami yang masih berbulir padi diperoleh dari sawah.

Pada saat sawah belum memasuki masa tanam ia bahkan kerap meliarkan bebek miliknya agar mencari makan secara alami. Pakan dari limbah penggilingan padi berupa bekatul diakuinya kerap menjadi tambahan pakan yang dibeli dari pabrik penggilingan padi.

Pasokan ayam buatan dari pur yang dibeli dari toko pertanian diakuinya membuat ternak bebek miliknya memiliki asupan gizi. Setelah awalnya hanya bertelur sebanyak sepuluh ekor kini semua bebek miliknya sudah produktif.

Sehari ia mengaku bisa mendapatkan telur bebek sebanyak 10 hingga 13 butir yang berada di lahan kebun miliknya. Lahan kebun dengan pagar jaring diakuinya membuat bebek tidak keluar dari area kandang.

“Bebek biasanya bertelur saat malam atau menjelang subuh sehingga pagi bisa diambil telur yang terkumpul di satu tempat sebagian berceceran,” beber Suyatinah.

Harga telur bebek disebutnya saat ini di tingkat peternak mencapai Rp2.800 per butir. Harga tersebut diakuinya lebih mahal dibandingkan harga telur ayam saat kondisi harga normal per butir mencapai Rp2.000.

Memelihara bebek diakuinya hanya cukup memperhatikan asupan gizi pakan agar bebek produktif bertelur. Meski mentok dan ayam kampung miliknya bertelur, ia menyebut tidak pernah mengonsumsi telur ayam dan entok. Telur kedua jenis unggas tersebut kerap ditetaskan sebagai bibit untuk generasi ayam berikutnya.

Berbeda dengan Suyatinah, salah satu warga yang merasakan manfaat memelihara bebek saat harga telur ayam naik bernama Juhari (30). Juhari menyebut sengaja memelihara bebek karena memiliki memiliki lahan di dekat areal persawahan. Ia bahkan mengaku memiliki sekitar 50 bebek petelur dengan produksi telur mencapai 40 butir per hari.

“Saat harga telur ayam naik imbasnya harga telur bebek juga ikut naik di level petani sudah mencapai tiga ribu per butir,” beber Juhari.

Juhari mengaku sengaja membeli bebek dari penetasan setelah bebek usia lima bulan. Bebek lima bulan mendekati masa bertelur dibeli seharga Rp3 juta dengan harga Rp60.000 per ekor sehingga ia sudah bisa merasakan hasilnya sebulan setelah dipelihara.

Ia menyebut kenaikan harga telur ayam petelur diakuinya sangat memberatkan bagi masyarakat. Namun solusi terbaik yang bisa dilakukan dengan beternak.

Meski mengeluarkan modal awal besar hingga jangka tiga tahun bebek tetap bisa produktif menghasilkan telur. Asupan pakan berupa pakan alami maupun buatan menjadikan bebek bisa bertelur setiap hari.

Selain beternak bebek ia juga menganjurkan warga bisa memenuhi kebutuhan akan telur dengan memelihara ayam kampung dan mentok. Sebab kebutuhan lauk keluarga bisa dipenuhi dan saat hasil melimpah bisa dijual ke warung dan pembuat telur bebek asin sebagai tambahan ekonomi keluarga.

Baca Juga
Lihat juga...