Harga Telur Ayam Ras di Banjarmasin, Melonjak

Editor: Koko Triarko

518
BANJARMASIN – Tingginya permintaan dan kosongnya stok di pasaran, membuat harga telur ayam ras mengalami kenaikan harga yang fantastis selama sepekan ini.
Dari pantauan di Pasar Sentral Antasari Banjarmasin, harga telur ayam ras di tingkat pedagang tembus hingga Rp27.000 per kilogram. Padahal, sepekan sebelumnya hanya Rp24.000.
“Kenaikan ini merupakan yang tertinggi sejak 2017, lalu. Kurangnya pasokan telur ayam ras dari pulau Jawa menjadi penyebab naiknya harga telur di pasaran,” ucap salah satu pedagang telur di Pasar Sentral Antasari, Adi N-Talu, Jumat (6/7/2018).
Padahal, ungkap Adi, saat ini permintaan telur ayam ras sedang tinggi-tingginya. Hal ini mengingat mulai banyak iven perkawinan yang digelar oleh masyarakat yang tentunya memerlukan telur untuk varian menu makanan yang akan disajikan kepada tamu.
“Saat ini, untuk memenuhi kebutuhan masyarakat kita hanya mengandalkan dari peternak lokal saja. Namun, karena pasokan dari petani lokal tidak banyak, maka harga telur di pasaran menjadi naik signifikan,” tambahnya.
Sedangkan untuk jenis telur lainnya, yakni telur ayam kampung, telur itik dan puyuh, harganya masih cenderung stabil, bahkan ada yang turun.
Telur ayam kampung dibandrol Rp1.900 per butir, dan telur puyuh masih bertahan Rp350 per butir.
“Telur Itik malah turun, kini menjadi Rp2.800 per biji, dari sebelumnya Rp3.100 per biji. Penurunan harga ini disebabkan stoknya dari peternak lokal yang berlimpah,” tambahnya.
Sebelumnya, pelaku bisnis katering di Banjarmasin, Hj. Azizah, mengeluhkan kenaikan harga komoditas telur sepekan belakangan. Padahal, saat ini permintaan menu masakan berbahan telur dari pelanggannya untuk iven perkawinan cukup besar.
“Kita tentu tidak serta-merta menaikkan harga, walaupun kini harga telur sedang naik, hal ini karena bisa membuat pelanggan lari. Jadi, alternatifnya kita hanya bisa menurunkan margin keuntungan saja,” tukasnya.
Baca Juga
Lihat juga...