Hasil Survey, Tingkat Keyakinan Konsumen di Level Optimis

258
Azka Subhan A., Deputi Direktur Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Bali. -Foto: Sultan Anshori. 
BADUNG – Hasil survei konsumen Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Bali, periode Juli 2018, mengindikasikan tingkat keyakinan konsumen berada pada level optimis (di atas 100).
Hal ini tercermin dari Indeks Keyakinan Konsumen (IKK) periode Juli 2018 yang mencapai 109,9 atau naik 3,7 poin dibandingkan bulan sebelumnya. Sementara jika dibandingkan dengan Juli 2017 (97.8), IKK juga mengalami peningkatan signifikan, yaitu 12,1 poin.
“Peningkatan IKK didorong oleh naiknya dua komponen pembentuknya, yaitu Indeks Kondisi Ekonomi saat ini (IKE) dan Indeks Ekspektasi Konsumen (IEK) yang masing-masing naik sebesar 6,2 poin dan 1,3 poin dibanding bulan sebelumnya,” ucap Azka Subhan A., Deputi Direktur Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Bali, saat ditemui di sela Seminar Internasional Big Data di Nusa Dua, Bali, Kamis (26/7/2018).
Menurut Azka, meningkatnya IKE tersebut terutama didorong oleh peningkatan penghasilan saat ini dibandingkan enam bulan lalu, dan ketersediaan lapangan kerja saat ini dibandingkan enam bulan lalu, yang masing-masing naik 10,5 poin dan 7,5 poin.
Optimisme terhadap peningkatan penghasilan diperkirakan seiring dengan akan adanya kenaikan/tambahan gaji/upah dan kenaikan omzet pada Juli 2018. Optimisme konsumen terhadap kondisi ekonomi enam bulan mendatang juga menguat dari bulan sebelumnya, dan masih pada level optimis (>100).
Hal ini terindikasi dari Indeks Ekspektasi Konsumen (IEK) Juli 2018 yang mencapai 117,7. Nilai IEK di atas 100 poin menunjukkan optimisme konsumen rumah tangga yang masih tinggi terhadap perkembangan perekonomian ke depan.
Peningkatan IEK terutama disebabkan oleh naiknya indeks ekspektasi ketersediaan lapangan kerja enam bulan mendatang, sebesar 7,50. Peningkatan persepsi konsumen terhadap ketersediaan lapangan kerja, terutama disebabkan oleh membaiknya kondisi ekonomi dan meningkatnya kegiatan/proyek pemerintah/swasta.
Berdasarkan hasil survei, katanya, akses kredit ke perbankan yang semakin mudah turut meningkatkan perkiraan akan ketersediaan lapangan kerja. Seiring peningkatan optimisme konsumen, hasil Survei Penjualan Eceran Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Bali periode Juli 2018 juga menunjukkan optimisme.
“Hal tersebut, juga tercermin dari indeks penjualan riil yang di atas 100. Hasil survei menunjukkan, setelah terkontraksi sebesar 7.5 persen pada Juni 2018, omzet penjualan eceran secara keseluruhan meningkat sebesar 6,29 persen (mtm) pada Juli 2018,” kata pria asal Semarang, Jawa Tengah, ini.
Menurutnya, peningkatan ini diperkirakan disebabkan oleh meningkatnya permintaan dalam negeri, seiring peningkatan daya beli masyarakat. Berdasarkan jenisnya, peningkatan penjualan, terutama terjadi pada penjualan barang budaya dan rekreasi (5.98 persen), kendaraan (5.86 persen), bahan bakar kendaraan bermotor (4.46 persen) serta bahan makanan, minuman dan tembakau (3.9 persen).
Baca Juga
Lihat juga...