Hingga Juni, NTT Ekspor 115,3 Ton Ikan Kering

218
Ilustrasi ikan kering / dok CDN

KUPANG — Stasiun Karantina Ikan dan Pengendalian Mutu (KIPM) Kupang mencatat, Provinsi Nusa Tenggara Timur mengekspor sebanyak 115,3 ton produk ikan kering ke Timor Leste selama Januari-Juni 2018.

“Sejauh ini Timor Leste merupakan satu-satunya negara tujuan ekspor ikan kering, jumlah yang diekspor selama enam bulan pertama di 2018 mencapai sekitar 115,3 ton,” kata Kepala Stasiun KIPM Kupang Jimmy Elwaren di Kupang, Selasa (10/7/2018).

Ia mengatakan, permintaan ikan kering dari negara yang berbatasan langsung dengan NTT di Pulau Timor itu selalu ada setiap bulan. Produk perikanan yang ekspor ini sebagian besar dipasok dari berbagai daerah di NTT serta ada pula dari Kalimantan.

Pihaknya mencatat, jumlah yang diekspor bervarisi dari Januari sebanyak 17 ton, Februari 12,3 ton, Maret 13 ton, April 28,1 ton, Mei 15,9 ton, dan pada Juni sebanyak 29 ton.

Menurut Jimmy, aktivitas ekspor ke Timor Leste relatif lebih mudah karena menggunakan jalur darat melewati pos lintas batas negara terutama Motaain di Kabupaten Belu.

Sementara ekspor ke negara tujuan lain seperti Jepang, Thailand, Malaysia, Australia, dan lainnya pada umumnya menggunakan jalur laut dengan transit di Surabaya, Jawa Timur.

“Komoditas perikanan yang diekspor ke Timor Leste langsung diangkut dengan truk kontainer dari Kupang dan sebelum masuk ke sana diperiksa kembali petugas KIPM di perbatasan,” katanya.

Ia menyebutkan, ada beberapa komdotas perikanan lain yang juga sering diekspor ke negara tetangga itu seperti ikan tenggiri beku, kerapu beku, anggoli beku, lele, dan lainnya.

Namun komoditas ikan kering selalu lebih dominan diminta negara tersebut, katanya.

KIPM Kupang mencatat komoditas ikan kering yang diekspor ke negara tetangga itu pada 2017 mencapai 240,9 ton, dengan nilai lebih dari 759.000 dolar AS.

Pada 2016, ekspor ikan kering mencapai 256,4 ton dengan nilai lebih dari 683.000 dolar AS. [Ant]

Baca Juga
Lihat juga...