Infrastruktur Memadai Sumbang Penghasilan Bagi Pelaku Usaha di Objek Wisata

Redaktur: ME. Bijo Dirajo

213

LAMPUNG — Pengembangan sejumlah destinasi di Lampung Selatan yang didominasi objek wisata bahari turut memberi dampak bagi sejumlah pelaku usaha. Seperti halnya di pantai Belebuk, pantai Semukuk hingga pantai Minangruah.

Suminah (40) salah satu pedagang makanan ringan di pantai Semukuk Desa Pauh Tanjung Iman Kecamatan Kalianda menyebutkan, dengan akses jalan aspal yang mulus membuat pengunjung nyaman dan jumlah kunjungan terus meningkat.

“Dengan berjualan makanan dan minuman ringan bisa mendapatkan hasil ratusan ribu perhari,” terang Suminah salah satu warga desa Pauh Tanjung Iman yang berada di dekat pantai Semukuk saat ditemui Cendana News, Minggu (29/7/2018)

Heni berjualan kaos dan sejumlah souvenir di objek wisata pantai Belebuk Totoharjo Lamsel [Foto: Henk Widi]
Akses jalan memadai juga memiliki dampak sangat signifikan bagi warga. Sejumlah nelayan bisa mengangkut hasil tangkapan ikan, petani bisa mengangkut hasil pertanian hingga destinasi wisata mudah dijangkau.

“Belasan pedagang yang mencari peluang berjualan makanan dan minuman termasuk es kelapa muda juga ikut menikmatinya,” sebutnya.

Pemilik usaha penyewaan penginapan (homestay) juga mulai merasakan meningkatnya kunjungan wisatawan. Miang (40) pemilik homestay di pantai Minangruah desa Kelawi bahkan kini mengaku okupasi hunian kamar meningkat.

“Saya menyediakan sekitar lima kamar sementara beberapa pemilik homestay bisa lebih, sejak jalan rigid beton dibuat tiap akhir pekan banyak yang menginap,“ beber Miang.

Sementara itu, warga Dusun Karangindah Pantai Belebuk Totoharjo, Heni yang berjualan di lokasi wisata menyebutkan, saat sekarang wisatawan sudah bisa menikmati kuliner khas pantai serta makanan dan minuman ringan di warung yang tersedia.

Pedagang minuman jenis bubur Sumsum, Aris Paslah yang berjualan di pantai Belebuk juga mengakui hal yang sama. Saat kondisi panas terik di pantai, ia berhasil menjual lima kilogram dalam satu hari.

“Menjual sekitar ratusan porsi, bisa meraup omzet sekitar tiga juta sekali berjualan,” terangnya.

Aris Paslah menyebut pengelola juga memperkenankannya berjualan di lokasi objek wisata. Sebab menu bubur sumsum yang dijualnya jarang tersedia di objek wisata pantai.

Meski demikian ia juga menyebut ada sejumlah pengelola objek wisata yang melarang dirinya masuk ke area tertentu karena sudah banyak pedagang berjualan. Keberadaan objek wisata diakui Aris Paslah ikut membantu penyediaan lapangan pekerjaan. Apalagi akses masuk objek wisata saat ini semakin baik dibanding lima tahun sebelumnya.

Baca Juga
Lihat juga...