Intip Kekuatan Lawan, PBSI Manfaatkan Kejuaraan Dunia

Editor: Satmoko Budi Santoso

165
Susi Susanti dan Achmad Budiharto. Foto: badmintonindonesia.org

JAKARTA – Aksi intip mengintip kekuatan lawan menjadi hal yang lumrah sebelum sebuah event digelar, tak terkecuali Asian Games 2018. Indonesia yang bertindak sebagai tuan rumah memanfaatkan berbagai event internasional untuk mengintip kekuatan lawan.

Salah satunya yang dilakukan Pengurus Pusat Persatuan Bulutangkis Seluruh Indonesia (PB PBSI). PBSI memanfaatkan Kejuaraan Dunia Bulutangkis 2018 di Nanjing, China, sebagai ajang pemantauan peta kekuatan dan persaingan di Asian Games 2018.

“Keberhasilan di Kejuaraan Dunia 2018 menjadi modal yang baik. Kepercayaan diri, keyakinan dan pengalaman atlet menjadi bekal bagi para atlet karena lawan-lawan dalam Asian Games juga hampir sama dengan kejuaraan dunia,” kata Kepala Bidang Pembinaan dan Prestasi Pengurus Pusat Persatuan Bulutangkis Seluruh Indonesia (PP PBSI), Susy Susanti.

Menurut peraih medali emas bulutangkis tunggal putri Olimpiade Barcelona Spanyol 1992 itu, Indonesia masih memiliki kesempatan dua pekan untuk memperbaiki penampilan dalam kejuaraan dunia menuju Asian Games 2018.

“Kalau menang dalam kejuaraan dunia, kita juga akan memantau persiapan agar tidak gagal mempertahankan kemenangan itu di Asian Games nanti,” katanya.

Legenda bulutangkis yang memiliki nama lengkap Lucia Francisca Susy Susanti itu pun berharap mendapatkan kejutan prestasi dari sektor tunggal putra, ganda putra, dan ganda campuran dalam Asian Games.

Sementara itu, Sekretaris Jenderal PP PBSI, Achmad Budiharto mengatakan, target medali cabang bulu tangkis dalam Asian Games adalah satu medali emas.

“Kami harus mengamankan target pemerintah yang dibebankan kepada kami melalui Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI). Tapi, PBSI berharap dapat mempertahankan perolehan medali Asian Games 2014, yaitu dua medali emas,” katanya.

Ia mengatakan, PBSI melakukan berbagai strategi demi memaksimalkan persiapan jelang Asian Games. Salah satunya dengan tidak menyertakan pasangan unggulan Tontowi Ahmad/Liliyana Natsir dalam Kejuaraan Dunia 2018 di China.

Absennya pasangan itu menjadi langkah PBSI untuk menyiapkan pasangan yang akrab disapa Owi/Butet itu menuju Asian Games. “Umur tidak dapat dimanipulasi. Kami harus memberikan pertandingan sesuai dengan porsi mereka. Owi/Butet harus dijaga agar tidak cedera,” tambahnya.

Lihat juga...

Komentar Anda

Alamat email anda tidak akan disiarkan.