IWAPI Sikka Swadaya Gelar Bazar Kembangkan Produk UKM

Editor: Koko Triarko

272
MAUMERE – Ikatan Wanita Pengusaha Indonesia yang kepengurusannya baru beberapa bulan terbentuk, terus melakukan promosi dan menggelar bazar atau pasar murah di berbagai tempat, agar produk Usaha Kecil Manengah (UKM) di kabupaten Sikka, bisa dikenal luas.
“Biasanya, bazar  atau pasar murah kami selalu lakukan setiap hari Sabtu dan Minggu pagi hingga sore. Selama melakukan kegiatan ini, rupanya banyak wirausahawan kecil dan menengah yang tertarik dan mengikuti kegiatan ini,” sebut Sherly Irawaty, Ketua IWAPI cabang Sikka, Selasa (10/7/2018).
Ketua IWAPI cabang Sikka, Sherly Irawati. -Foto: Ebed de Rosary
Menurut Sherly, meski awalnya hanya sedikit dari pengusaha perempuan yang berpartisipasi, namun lambat laun semakin banyak pengusaha perempuan yang terlibat. Semua kegiatan itu dibiayai bersama, dan secara gotong-royong, menyiapkan tenda, membersihkan tempat dan promosi di media sosial.
“Ada banyak pengusaha yang menjual kuliner yang selalu ikut berpartisipasi, selain dari pengusaha kerajinan tangan dan aneka produk lainnya. Namun, rata-rata yang terlibat adalah poengusaha kecil dengan modal terbatas,” ungkapnya.
Sebagai seorang pengusaha dan Ketua IWAPI, Sherly berharap agar para perempuan, khususnya, mulai memanfaatkan peluang usaha yang masih terbuka lebar. Dengan begitu, orang tidak akan menganggur setelah tamat kuliah dan hanya berharap mendapatkan pekerjaan sebagai pegawai negeri atau pegawai swasta.
“Lowongan kerja di instansi pemerintah dan swasta di kabupaten Sikka dan NTT tentu sangat terbatas. Tidak ada perusahaan atau industri besar yang menyerap tenaga kerja sampai puluhan ribu, sehingga kesempatan kerja semakin terbatas, sementara sarjana setiap tahun selalu bertambah,” sebutnya.
Kepala Bidang Perindustrian Dinas Perdagangan, Koperasi dan UKM Kabupaten Sikka, memberikan apresiasi atas langkah yang dilakukan IWAPI Sikka, dengan mengajak pengusaha kecil dan menengah untuk selalu rutin menggelar pameran dan bazar atau pasar murah.
“Sebagai pengusaha, tentunya harus sering mempromosikan produknya agar bisa dikenal pembeli. Dengan melakukan kegiatan bazar dan pasar murah, semakin banyak orang yang tertarik berusaha, sebab produk mereka bisa terjual,” ungkapnya.
Di Kabupaten Sikka, kata Tadeus, ada banyak pengusaha kecil dan juga kelompok-kelompok yang setiap tahun diberi bantuan sarana dan alat untuk mengembangkan usaha. Bantuan ini harus dimanfaatkan dengan baik, sehingga usaha pun berkembang dan bisa mendatangkan penghasilan bagi anggota kelompok.
“Ada kelompok yang setelah diberikan bantuan bisa sukses dan terus berkembang, namun ada juga yang hanya berjalan satu dua tahun, lalu mati suri. Mereka mengatakan kendala terbesarnya ada di pemasaran produknya. Produk mereka jarang dibeli,” pungkasnya.
Baca Juga
Lihat juga...