Jadi Tersangka, Kadishub Samosir Diperiksa Penyidik Polda Sumut

291
Ilustrasi kapal tenggelam - Dok: CDN

MEDAN – Penyidik Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) Polda Sumatera Utara telah memeriksa Kepala Dinas Perhubungan Samosir NS, yang menjadi tersangka kasus tenggelamnya KM Sinar Bangun, di Perairan Danau Toba, Tiga Ras, Kabupaten Simalungun.

Kabid Humas Polda Sumut Kombes Pol Tatan Dirsan Atmaja mengatakan, pemeriksaan tersangka dilakukan pada Jumat (13/7/2018) sejak pukul 10.00 hingga pukul 14.00 WIB, di sebuah ruangan di Polda Sumut. Pemeriksaan NS kali ini merupakan hasil pemanggilan kedua.

Hingga usai pemeriksaan, penyidik tida melakukan penahanan terhadap NS. “Alasan belum dilakukannya penahanan karena penyidik akan melakukan pemeriksaan tambahan saksi ahli kelautan, ahli hukum tata negara dan BMKG,” ujar mantan Wakapolrestabes Medan tersebut, Jumat (13/7/2018).

Tatan mengatakan, tersangka juga dikenakan wajib lapor satu kali seminggu ke Polda Sumut. Sebelumnya, Kadishub Samosir tersebut mangkir dari pemeriksaan di Polda Sumut pada Senin (9/7/2018) dengan alasan sakit. Surat keterangan sakit tersangka disampaikan kepada penyidik Subdit III Jatanras Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Sumut.

Penetapan status tersangka kepada Kadishub Samosir NS dilakukan setelah penyidik Polda Sumut menemukan cukup bukti dalam peristiwa tenggelamnya KM Sinar Bangun. Setelah penetapan tersebut, maka jumlah tersangka kasus kapal tenggelam di perairan Danau Toba menjadi lima orang.

Sebelumnya Polda Sumut telah menetapkan empat orang tersangka, yakni nakhoda KM Sinar Bangun TS, pegawai honor Dishub Samosir yang menjadi anggota Kepala Pos Pelabuhan Simanindo Samosir KN, pegawai negeri sipil Dishub Samosir FP, dan Kepala Bidang Angkutan Sungai dan Danau Perairan Dishub Samosir RD.

Kelima tersangka tersebut dijerat melanggar Undang-undang No.17/2008 tentang Pelayaran jo Pasal 359 KUH Pidana dengan hukuman 10 tahun denda Rp1,5 miliar. Kapal kayu KM Sinar Bangun mengangkut ratusan penumpang, tenggelam sekitar satu mil dari dermaga Pelabuhan Tigaras, Kabupaten Simalungun, Sumatera Utara, Senin (18/6/2018) sekitar pukul 17.30 WIB.

KM Sinar Bangun mengalami musibah akibat cuaca buruk berupa angin kencang dan ombak cukup besar. Hingga kini, tercatat 21 orang penumpang KM Sinar Bangun ditemukan selamat dan tiga orang meninggal dunia, yakni Tri Suci Wulandari, Aceh Tamiang, Fahrianti (47) warga Jalan Bendahara Kelurahan Pujidadi Kecamatan Binjai Selatan Kota Binjai, dan Indah Yunita Saragih (22) warga P. Sidamanik. Selain itu, 164 penumpang kapal tersebut masih belum ditemukan. (Ant)

Baca Juga
Lihat juga...