Jadi Tuan Rumah, Sumbar Ingin Medali OSN Sebanyak-banyaknya

Editor: Mahadeva WS

309

PADANG – Menjadi tuan rumah penyelengaraan Olimpiade Sains Nasional (OSN) 2018, Sumatera Barat, menargetkan perolehan medali sebanyak-banyaknya. Pada penyelenggaraan di Padang, Sumbar mengirimkan 40 peserta baik dari jenjang, SD, SMP maupun SMA.

Kepala Dinas Pendidikan Sumbar Burhasman mengatakan, untuk OSN 2018 kali ini pesertanya berjumlah 2.159 orang. Mereka akan berkompetisi pada 2-7 Juli 2018. “Waktu OSN 2017 di Riau, kita kirim 24 orang. Kita meraih 9 medali, 1 emas, 1 perak, 7 perunggu. Jadi dengan adanya 40 orang peserta pada OSN 2018 ini, kita targetkan bisa meraih medali sebanyak-banyaknya,” katanya, usai pembukaan OSN 2018 di Auditorium Universitas Negeri Padang, Senin (2/7/2018).

Pada OSN 2018, peserta akan berkompetisi di sembilan bidang sains. Mereka akan memperebutkan 420 medali yang terdiri dari 70 emas, 140 perak, dan 210 perunggu. Dari total partisipan yang berjumlah 2.159 orang, terdiri dari 1.433 pelajar peserta yang terbagi dalam 272 peserta tingkat SD dan sederajat, 396 peserta tingkat SMP dan sederajat, 765 peserta tingkat SMA dan sederajat, serta 726 pendamping peserta.

Kepala Dinas Pendidikan Sumatera Barat Burhasman (kanan) Gubernur Sumatera Barat Irwan Prayitno (kiri) dan Direktur Jenderal Pendidikan Dasar dan Menengah Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) RI Habib Muhammad saat jumpa pers/Foto: M. Noli Hendra

“Pemenang OSN 2018 ini akan dikirim menjadi perwakilan Indonesia pada Olimpiade Sains tingkat Internasional mendatang,” tambahnya.

Gubernur Sumatera Barat  Irwan Prayitno mengatakan, penyelenggaraan OSN tidak hanya menjadi ajang kompetisi satu sama lain. OSN menjadi wadah bagi pelajar untuk mengaktualisasikan diri, saling berpacu dan berprestasi. “Jadi ini bukan sembarang olimpiade, ini adalah wadah bagi siswa untuk aktualisasikan diri,” ujarnya.

OSN dapat dijadikan tolok ukur penerapan pendidikan dan pengembangan siswa oleh guru, sekolah, dan pemerintah daerah melalui dinas terkait. OSN mampu memicu daerah untuk memperbaiki diri untuk menorehkan prestasi. “Saya memahami, dengan OSN akan memberi motivasi bagi seluruh daerah, untuk memacu diri, meningkatkan kemampuan, untuk menjadi juara umum. Paling tidak, lebih baik dari sebelumnya,” tegasnya.

Gelar juara adalah hal yang sangat diharapkan untuk bisa diraih pada setiap kompetisi, namun hal itu bukan ditegasknya bukan sebagai yang utama. Yang paling penting adalah, prestasi.

Direktur Jenderal Pendidikan Dasar dan Menengah Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) RI Habib Muhammad menyebut, OSN dirancang untuk mendorong anak Indonesia mencintai sains dan teknologi. Keberadaanya juga untuk memperkuat karakter kebangsaan tunas-tunas Indonesia melalui ikatan dan komunikasi yang terjalin selama dan setelah olimpiade.

“Kita harapkan (OSN) mempererat tali persaudaraan dan kebangsaan di antara anak bangsa. Jadi, meraih kemenangan bukan satu-satunyanya tujuan, yang ingin kita rajut adalah jalinan kebangsaan,” harapnya.

Baca Juga
Lihat juga...