Jajaki Kuliner 24 Jam di Kota Payakumbuh

Editor: Satmoko Budi Santoso

262

PAYAKUMBUH – Kota Payakumbuh, Sumatera Barat, yang memiliki ketinggian 514 di atas permukaan laut dan suhu udara mulai dari 19-26 derajat celcius, membuat Kota Payakumbuh, seakan terasa sejuk terutama di malam hari.

Tak jarang, untuk menghangatkan tubuh yang terasa sejuk, butuh makanan yang bisa memberikan rasa hangat itu. Untuk mencari tempat makanan yang hangat itu terutama di malam harinya, ternyata ada di Pasar Payakumbuh, yang disebut kuliner 24 jam.

Di pasar Koto Payakumbuh ini, di malam hari menjual berbagai kuliner, seperti makanan berat, ada nasi ramas atau nasi ampera yang sambalnya benar-benar masakan kampung khas daerah setempat.

Lalu juga ada cemilan yang manis yakni sarikayo sipuluik, teh talua, dan yang paling banyak dijual itu yakni sate danguang-danguang. Makanan itu ternyata sangat disukai masyarakat setempat untuk mengisi perut yang lapar, karena dinginnya suhu udara.

Seperti yang dikatakan oleh masyarakat setempat, Maman, jajanan kuliner di pasar Kota Payakumbuh itu, sudah ada sejak lama. Makanan yang bisa menghangatkan tubuh itu selain teh talua, sate danguang-danguang adalah makanan yang paling banyak dicari pembeli.

Alasan sate danguang-danguang yang paling favorit di Payakumbuh, karena sate danguang-danguang merupakan sate khas daerah setempat yakni Payakumbuh dan Kabupaten Limapuluh Kota. Menikmati sate yang benar-benar dari daerah asalnya adalah suatu hal yang paling istimewa.

“Kenapa kami menyebutnya di sini kuliner 24 jam. Karena semakin malam, tempat ini semakin ramai. Sate danguang-danguang adalah lapak yang paling ramai pembeli,” katanya, Sabtu (7/7/2018).

Maman warga Koto Kociak, Kabupaten Limapuluh Kota, daerahnya sangat berdekatan dengan kuliner 24 jam Payakumbuh/Foto: M. Noli Hendra

Ia menyebutkan, sebenarnya pedagang di pasar Kota Payakumbuh itu bukanlah berdagang selama 24 jam. Tutup di pagi hari, dan sore harinya barulah mulai membuka lapak dagangan, serta akan tutup waktu dini hari.

Pembeli yang datang di kuliner 24 jam itu, memang pada umumnya merupakan masyarakat setempat. Tapi juga cukup banyak pembeli yang datang merupakan pengendara antara lintas Sumatera ataupun wisatawan yang singgah di Kota Payakumbuh.

“Kota Payakumbuh ini pengunjung paling banyak dari Provinsi Riau. Hal ini dikarenakan jarak Riau dengan Payakumbuh hanya 3 jam saja. Maka, jika ada yang berbahasa Melayu, itu tanda wisatawan dari Riau,” jelasnya.

Menurut Maman, menikmati kuliner yang ada di pasar Kota Payakumbuh itu, memiliki sensasi tersendiri. Masakannya enak, udaranya sejuk, penjualannya ramah, harganya tergolong wajar, dan saat berada di kawasan kuliner 24 jam itu, terasa nyaman.

Kawasan kuliner 24 jam yang ada di Kota Payakumbuh. Beginilah kondisi keramaian malam di kuliner 24 jam di pasar Kota Payakumbuh/Foto: M. Noli Hendra

“Tidak hanya ada kuliner khas daerah Payakumbuh. Tapi juga kuliner lainnya seperti martabak Mesir, martabak Bandung, dan kuliner khas dari Nusantara lainnya,” ucap Maman.

Kuliner 24 jam ini, bisa dikatakan hampir ramai setiap malam. Suasana paling ramai itu terlihat di waktu ujung pekan, seperti malam minggu dan hari Minggu. Hampir di semua lapak penuh pembeli.

Akibat ramai pembeli di kuliner 24 jam, padatnya parkir kendaraan pinggir jalan Kota Payakumbuh tidak terhindarkan, mulai dari roda dua hingga roda empat, serta truk.

Lihat juga...

Komentar Anda

Alamat email anda tidak akan disiarkan.