Jelang Asian Games, Kualitas Udara Jakarta Harus Baik

Editor: Satmoko Budi Santoso

192
Wakil Gubernur DKI Jakarta Sandiaga Uno menyatakan terkait kualitas udara di Jakarta jelang Asian Games akan membaik, di kawasan Ancol, Kamis (26/7/2018). Foto Lina Fitria

JAKARTA – Wakil Gubernur DKI Jakarta, Sandiaga Uno, mengatakan kualitas udara di Jakarta masih buruk. Pasalnya, sebagai pecinta olahraga terbuka, dirinya mengaku merasa terdampak dengan polusi udara tersebut.

“Saya paling terdampak nih karena saya out door runner. Saya tadi pagi sepedaan dan lari juga. Memang kualitas udara kita di DKI disoroti oleh masyarakat internasional. Dan saya sendiri sudah hampir sembilan bulan bertugas, Alhamdulillah masih sehat ini. Tapi saya bilang saya bisa sakit banget nih karena udara ini tidak sehat,” kata Sandi di kawasan Ancol, Kamis (26/7/2018).

Menurutnya, saat ini Ibu Kota DKI akan melaksanakan Asian Games yang diselenggarakan di Jakarta. Dia pun berniat untuk melaporkan ke Presiden RI Joko Widodo agar meliburkan seluruh instansi agar polusi udara berkurang. Namun Ketua Inasgoc Erick Tohir melarangnya.

“Kalau keadaannya begini apa tidak kita ngomong sama Presiden saja, kita liburin (cuti). Dia (Erick) bilang jangan bro,” ucapnya.

Sandiaga mengatakan, Pemprov saat ini sudah melakukan beberapa upaya untuk menanggulangi polusi di udara di Ibu Kota. Seperti memperluas kawasan ganjil-genap dan pengawasan di pabrik-pabrik.

“Bisa kita ketahui bahwa penyebab kualitas udara di DKI ini bisa menjadi tantangan adalah yang bergerak itu transportasi. Itu penyumbang hampir 50 persen. Tapi yang penting juga adalah pabrik dan usaha-usaha di sekitar Jakarta,” katanya.

Kemudian dia mengimbau kepada masyarakat untuk tidak menggunakan kendaraan pribadi melainkan beralih ke transportasi publik agar target polusi udara berkurang. Dia pun menargetkan dalam dua mingu sebelum Asian Games berlangsung kualitas udara akan membaik.

“Saya jawab ke (Erick) tenang saja deh, nanti dua minggu sebelum ini. Alhamdulillah kualitas udaranya sudah membaik,” katanya.

Selanjutnya Pemprov akan mencari solusi memperbaiki kualitas udara di Jakarta, apalagi dalam waktu dekat ada Asian Games. Dia mengatakan harus ada koordinasi dengan pemerintah pusat agar kualitas udara DKI lebih segar.

“Karena banyak sekali cabang olahraga out door. Atletik kan di luar, jet ski di luar, maraton juga di luar, berkuda juga di luar, baseball juga di luar. Jadi ini kita akan berdampak langsung berkaitan dengan kualitas udara kita,” kata Sandi.

“Jadi kami sampaikan. Karena kalau di wilayah DKI, kita sudah rekayasa lalu lintasnya dan sudah ada penurunan (polusi udara) yang cukup signifikan. Tapi kalau mau lebih signifikan lagi tentunya harus ada upaya yang kita koordinasikan dengan pemerintah pusat,” lanjutnya.

Sementara, Kepala Dinas Lingkungan Hidup DKI Jakarta, Isnawa Adji mengatakan, kualitas udara di Jakarta khususnya di Gelora Bung Karno (GBK) dan sekitarnya jelang Asian Games 2018 terkategori baik.

Menurutnya, berdasarkan pantauan dari Stasiun Pemantauan Kualitas Udara (SPKU) Ambien Otomatis yang dikelola Kementerian Lingkungan Hidup (KLHK) dan Dinas Lingkungan Hidup DKI Jakarta.

“Kategori baik artinya tingkat kualitas udara yang tidak memberikan efek buruk bagi kesehatan manusia ataupun hewan dan tidak mempengaruhi tumbuhan, bangunan ataupun nilai estetika,” katanya saat dihubungi wartawan.

Dia memaparkan, sesuai pantauan dari SPKU di GBK milik KLHK per Rabu (25/7/2018) kemarin tercatat parameter polutan PM10 terukur sebesar 52 ug/Nm3 dan masih jauh di bawah baku mutu yang dipersyaratkan yaitu 150 ug/Nm3, sedangkan parameter PM2.5 terukur 43 ug/Nm3 dari baku mutu 65 ug/Nm3.

Selain itu, parameter S02 sebesar 166 ug/Nm3 juga masih jauh dari baku mutu 900 ug/Nm3, NO2 terukur 156 ug/Nm3 dari ambang batas 400 ug/Nm3, dan CO terukur sebesar 1.367 ug/Nm3 yang masih sangat jauh di bawah baku mutu 30.000 ug/Nm3.

“Bahkan, parameter polutan jenis O3 terukur 0 ug/Nm3 dari ambang batas 235 ug/Nm3 dan polutan jenis HC juga terukur nihil dari ambang batas 160 ug/Nm3,” kata Isnawa.

Selain itu, Dinas Lingkungan Hidup DKI Jakarta juga mengoperasikan lima unit SPKU yang tersebar di Jakarta, yaitu di Bundaran Hotel Indonesia DKI, Kelapa Gading, Jagakarsa, Lubang Buaya, dan Kebun Jeruk.

“Stasiun–stasiun ini memantau kualitas udara Jakarta sepanjang hari dan datanya diolah menjadi Indeks Standar Pencemaran Udara (ISPU) yang merupakan indeks yang menggambarkan kondisi mutu udara ambien pada lokasi tertentu yang didasarkan pada dampak terhadap kesehatan manusia dan lingkungan,” jelasnya.

Pemerintah Provinsi DKI Jakarta berupaya keras memperbaiki kualitas udara Ibukota jelang Asian Games karena salah satu parameter keberhasilan penyelenggaraan Asian Games 2018 adalah terciptanya udara bersih.

Isnawa mengungkapkan bahwa salah satu strategi yang telah terbukti efektif adalah perluasan penerapan sistem ganjil genap. Berdasarkan pantauan SPKU, telah terjadi penurunan konsentrasi gas CO, NO dan THC selama penerapan perluasan sistem ganjil genap. “Polutan jenis ini bersumber dari kendaraan bermotor,” kata Isnawa.

Isnawa memaparkan, dari hasil monitoring kualitas udara di Stasiun DKI 1 Bundaran Hotel Indonesia, terjadi penurunan konsentrasi CO sebesar 26,92% dan konsentrasi THC turun sebesar 12,62%.

Sementara itu di Stasiun DKI 2 Kelapa Gading terjadi penurunan konsentrasi CO sebesar 10,19%, kosentrasi NO turun 12,33%, dan NO2 turun sebesar 1,48%. Sedangkan di Stasiun DKI 4 Lubang Buaya terjadi penurunan kosentrasi CO sebesar 6,75% dan NO sebesar 22,97%.

“Secara umum sebenarnya semua parameter kualitas udara Jakarta masih di bawah baku mutu. Terlebih lagi dengan penerapan ganjil genap ini, polutan-polutan yang bersumber dari kendaraan bermotor semakin berkurang,” kata Isnawa.

Strategi lain yang ditempuh Pemprov DKI Jakarta dalam memperbaiki kualitas udara jelang Asian Games adalah mengelar uji emisi secara masif sejak tahun lalu.

“Saat ini Sudin LH Jakarta Selatan sedang melaksanakan uji emisi gratis yang dimulai sejak Selasa kemarin (24/7) di Halaman Taman Makam Kalibata, Rabu (25/7) di depan Stasiun Universitas Pancasila dan Kamis (26/7) di depan One Belpark Mall Jl. RS Fatmawati”, tutupnya.

Baca Juga
Lihat juga...